Sidang Kasus BOK Lampura, Saksi Akui Ada Potongan

Istimewa

Bandar Lampung-12 orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun anggaran 2017 – 2018  Kabupaten Lampung Utara. Dalam keterangan saksi tersebut membenarkan jika terjadi pemotongan  oleh Bendahara Novrida Nunyai saat pencairan.

Dari keterangan seluruh saksi yang dihadirkan di Pengadilan Negeri Tanjung Krang, Senin (14/9), didapati keterangan bahwa benar pada tahun 2017 – 2018  terdapat potongan sebesar 10 persen di setiap pencairan dana.Yang dilakukan oleh Novrida Nunyai selaku bendahara pengeluaran dinas Kesehatan Lampung Utara  yang kemudian uang tersebut disetorkan ke terdakwa Kadis Kesehatan non aktif Lamura, Maya Metisa.

Diketahui sebelumnya kepala dinas non aktif ini  disangkakan menggunakan pasal 2 ayat1 pasal 3 serta pasal 12 f juncto pasal 18 ayat 1 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi.

sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang – undang r nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi  junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam dakwaannya,  perbuatan korupsi tersebut telah dilakukan oleh Maya Metissa sejak tahun anggaran 2017  hingga pada tahun anggaran 2018 . Dengan cara memotong setiap dana bantuan operasional kesehatan yang diterima oleh 27 puskesmas yang ada di Lampung Utara.

Dalam perkara ini , Maya Metissa dibantu oleh bendahara pengeluaran Novrida Nunyai  yang telah dengan sengaja memotong dana bBOK sebesar 10 persen untuk setiap pencairan  hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,1 miliar.

Atas perbuatannya  Kepala Dinas Kesehatan Non Aktif Lampung Utara ini ,terancam untuk menjalani pidana penjara paling lama selama 20 tahun  dengan ancaman pidana denda sebesar Rp 1 miliar.

Dalam sidang kali ini sebanyak 12 saksi berstatus sebagai bendahara puskesmas dihadirkan untuk dimintai keterangannya  terkait pemotongan dana BOK.(Tinus)

Posting Terkait