Sidang Mukhlis Basri Terkesan Formalitas

Sidang perdana Mukhlis Basri terkait kasus tindak pidana narkotika. (Foto FS)
BANDARLAMPUNG, FS – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung menilai hasil putusan sidang majelis hakim pengadilan negeri Tanjungkarang yang memvonis satu bulan dan proses rehabilitasi terhadap terdakwa sekda Tanggamus nonaktif Mukhlis Basri, Doni Lesmana dan Oktarika (Mukhlis Basri Cs) atas kepemilikan happy five hanya formalitas saja.

“Pengadilan ini seperti mengamini saja permohonan dari Ditnarkoba Polda Lampung di hari awal pasca penangkapan Mukhlis Basri untuk di rehabilitasi,” kata Kepala Bidang Ekosob LBH Bandarlampung, Chandra Bangkit, Kamis, (23/3).

LBH Bandarlampung mengecam itu putusan hakim yang memvonis 1 bulan rehabilitasi. Karena pengertian rehabilitasi atau penjara selama satu bulan itu seharusnya dapat dijelaskan secara gamblang di depan publik.

“Rehabilitasi dan penjara itu mempunyai arti berbeda. Tetapi disini malah diasumsikan sama, sehingga dipenjara 1 bulan, ditempat rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN),” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan sikap jaksa yang seharusnya dapat mengajukan banding akan putusan vonis itu. Karena, Muklis Basri sempat dituntut lima bulan rehabilitasi, tetapi disini hakim memvonis hanya satu bulan saja atau sepertiga dari tuntutan, padahal, dalam proses penegakan hukum, apalagi permasalahan narkoba dianggap sebagai permasalahan luar biasa.

“Pertimbangan hakim tidak jelas tentang peraturan, karena,  mau dia ganja, sabu, happy five, itu sudah jelas namanya narkoba  dan sudah diatur. Tetapi disini mereka diduga hanya beranggapan,  Ini kan hanya happy five dan cuman dua butir, nah ini  kan tidak jelas,” ungkapnya.

“Sedangkan untuk pemakai ganja, mau setengah ataupun sebatang tetap namanya pemakai dalam hal ini. jadi sama saja dengan happy five, mau 1 ataupun 2 butir ya itu namanya pemakai juga, kan gitu,” ucapnya.

Untuk diketahui, Majelis hakim pengadilan negeri Tanjungkarang memvonis satu bulan dan proses rehabilitasi terhadap terdakwa sekda Tanggamus nonaktif Mukhlis Basri, Doni Lesmana dan Oktarika (Mukhlis Basri Cs).

Vonis majelis hakim ini dibacakan ketua majelis hakim Ahmad Lakoni di sidang putusan kepemilikan zat psikotropika jenis happy five dengan terdakwa Mukhlis Basri Cs di pengadilan negeri Tanjungkarang, Kamis (23/3).

“Mengadili dan menyatakan Mukhlis Basri, M. Doni Lesmana dan Oktarika terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai pengguna menerima zat psikotropika,” kata Ketua Majelis Hakim Ahmad Lakoni, Kamis, (23/3).

Selain itu, kata Ahmad Lakoni, majelis hakim juga memutuskan, menjatuhkan pidana kepada masing – masing terdakwa dengan pidana penjara masing – masing satu bulan dan memerintahkan kepada ketiga terdakwa untuk menjalani pengobatan dan perawatan yaitu rehabilitasi medis dan sosial di klinik pratama BNN Lampung selama satu bulan.

“Dan masa rehabilitasi selama satu bulan itu dihitung sebagai masa pidana penjara satu bulan bagi terdakwa,” tegas Ahmad Lakoni.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Lakoni juga menyatakan bahwa majelis hakim menolak tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yaitu pidana penjara selama lima bulan penjara. Ini karena majelis hakim menilai tuntutan jaksa tidak sesuai fakta di persidangan.
JPU M. Syarif mengatakan pikir – pikir atas keputusan majelis hakim.

“Hak majelis hakim untuk menolak tuntutan JPU. Kami menyatakan pikir – pikir selama tujuh hari untuk mengajukan banding. Jaksa berkeyakinan SOP nya jika beda pasal, maka banding. Pasalnya sama juga kalau di bawah 2/3 juga banding,” kata Syarif.

Sementara kuasa hukum Mukhlis Basri Cs, Nurul Hidayah menyatakan menerima keputusan majelis hakim.“Sebagai kuasa hukum (Mukhlis Basri Cs), kami menerima keputusan majelis hakim karena sesuai fakta persidangan,” pungkasnya. (TM)  

288 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment