Sikapi Harga Singkong, Pemkab Tuba Jalin Kerjasama PT Gunung Madu

MENGGGALA-Menyikapi  Anjloknya Harga Singkong, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang melalui Dinas Pertanian (Dipertan) Akan menjalin hubungan kemitraan dengan PT.Gunung Madu.

Hal tersebut sebagai upaya meminimalisir terjadinya krisis harga Komiditi Singkong yang saat ini menuai keluhan dari seluruh Petani khususnya dikabupaten Tulangbawang.

Kadis Dipertan Sumarno,menjelaskan pihak Pemerintah tidak bisa intervensi terhadap perusahaan terkait lemahnya harga beli terhadap Petani khususnya Singkong,karena mutlak merupakan kewenangan pihak Penampung sebagai pembeli.

“Kami Pertanian tidak punya kewenangan soal harga,itu hukum pasar antara Penjual dan Pembeli,kami hanya pembinaan,bagaimana dapat meningkatkan produksi hasil Olahan para Petani,”Aku Sumarno,kepada fajarsumatera.co.id.melalui sambungan selulernya,kamis 25/02.

Menurut Sumarno turunya harga komoditi singkong,selain diakibatkan meningkatnya produksi hasil petani singkong,juga disebabkan sedikitnya tempat penampungan Pabrik Tapioka sebagai pihak pembeli.

Sehingga lanjutnya,setelah pihak penampung telah mendapatkan banyak stok bahan baku,secara otomatis harga diturunkan.

 

“Jumlah Produksi Petani meningkat,setiap tahunya mencapai 553.580,00 Ton dengan luas lahan tanaman ubi kayu mencapai 27,679,Hektare yang tersebar dí 15 kecamatan,tertinggi Dente Teladas dengan hasil produksi singkong sebanyak 258.080,disusul Gedung Meneng 105.000,Ton artinya hasil produksi petani sangat melimpah,”urainya.

 

Kendati Pemkab tidak bisa intervensi pembeli,Sambung Sumarno,Pemerintah tidak perpangku tangan,tetapi tetap dan terus berupaya agar persoalan tersebut tidak lagi terjadi pada saat panen berikutnya.

 

Terobosan sambung Sumarno,yang akan dilakukan Pemkab tulangbawang sedang menjajaki kerja sama dengan pihak perusahaan Tebu,dan jagung yang ada di lampung.

 

“Jadi kami punya konsep yakni pengurangan produksi singkong,dengan metode,singkong-Tebu,atau singkong-jagung,artinya lahan tidak semua ditanami satu komoditi,tapi ditanami beberapa komoditi dengan begitu produksi berkurang,untuk persoalan bibit dan permodalan,akan dibangun kemitraan antara perusahaan dengan petani,sehingga perusahan memberikan.pinjaman modal,yang akan dibayar pada saat Panen,”ujarnya.

 

Disinggung konsep tersebut sama dengan Rencana  Gerakan Tanam Separo Lahan yang dicanangkan oleh Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lampung,Sumarno membenarkan hal tersebut.

 

“Benar ini program pemerintah,yang juga dicanangkan KTNA,pemerintah dan KTNA adalah Mitra Kerja,yang memiliki tujuan peningkatan Produksi untuk peningkatan kesejahteraan Petani,”pungkasnya.(Murni.Ac)

Posting Terkait