Simpan Sabu, Tukang Tambal Ban Duduk di Kursi Pesakitan

Tinus | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Seorang warga Kedaton, Bandarlampung, didakwa melanggar pasal 112 ayat 1 dan 127 ayat 1 huruf a. Ia didakwa sebagai pemakai dan kedapatan memiliki sabu yang disimpan di dalam lemari di kios tambal ban miliknya, yang ternyata sebagian adalah sabu – sabu palsu.

Supriyadi, pria yang bekerja sebagai tukang tambal ban ini, harus didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, untuk mendengarkan pembacaan dakwaan dari jaksa, atas perkara narkotika yang ia lakukan.

Baca Juga:  Pembunuh Sopir Bupati Lampura Divonis  52 Bulan

Supriyadi,  disidangkan lantaran kedapatan sebagai pengguna dan memiliki sabu yang sebanyak 1 gram lebih dan didakwa telah melanggar pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a, UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Perkara ini sendiri terjadi pada sekitaran bulan Agustus 2019 lalu, saat petugas kepolisian dari Sat Narkoba Polres Bandarlampung, yang mendapatkan laporan dari warga, melakukan razia di kios tambal ban milik terdakwa di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Labuhan Ratu, Kedaton.

Baca Juga:  PN Tanjung Karang Terima Kunjungan Delegasi Jepang

Dalam razia tersebut, terdakwa berhasil diamankan, bersama barang bukti alat isap sabu dan 2 paket kecil narkotika jenis sabu dari dalam kios tambal ban milik terdakwa.

Setelah diadakan pemeriksaan dan test laboraturium, terdakwa terbukti positif menggunakan sabu. Sedangkan satu paket kecil yang diamankan merupakan paket sabu – sabu palsu, yang diakui oleh terdakwa milik dari temannya berinisial FM, yang akan mereka gunakan setelah usai bekerja.

Baca Juga:  Polsek Tulangbawang Tengah Tangkap Bandar Sabu

Oleh karena perbuatannya tersebut, pria tamatan SD ini terancam untuk menjalani hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan dikenakan pidana denda paling sedikit Rp800 juta.(TN)

PN Tanjung Karang Sabu Tukang Tambal Ban

Posting Terkait