Sisi Lain Isbedy Dikupas Bang Mus di IG Nunggu Beduk

 

Sebagai sastrawan — menulis puisi, cerpen, esai, juga jurnalis — Isbedy Stiawan ZS sudah tak asing. Tetapi keterlibatannya di organisasi massa, jarang ada yang tahu.

Kiprah dunia sastra dan aktivitas sastrawan berjuluk Paus Sastra Lampung ini akan dikupas habis dalam obrolan Nunggu Bedug di Instagram Bang Moes Moestafa Ismail, Minggu (17/05/2020) pukul 17.00-17.45.

Menurut Moestafa Ismail yang juga jurnalis di Koran Tempo, menampikan Isbedy dari sisi lain seorang sastrawan.

“Selama ini kan dia dikenal hanya di dunia sastra, org tak tahu Isbedy juga aktif di banyak kegiatan di luar sastra. Misalnya FKPT/BNPT,” kata Moestafa, Sabtu (16/05) pagi.

Baca Juga:  Isbedy Stiawan Bedah Roman "Purnama Retak"

Dikatakannya, di dunia sastra akan melekat namanya dengan Lampung. Tapi, banyak tak tahu Isbedy juga terlibat di beberapa ormas dan pengampu Lamban Sastra Isbedy Stiawan.

“Di Lamban Sastra yang dijadikan ‘padepokan’ Isbedy membina para calon sastrawan. Selain menggelar berbagai event,” ujar pengelola Infosastra itu.

*Cerita tentang Orang-Orang Biasa*

Sejak dua pekan lalu, masih kata Moes, ia mulai kembali bersemangat mengisi channel BangMoes di YouTube. Channel itu, dia buat beberapa bulan lalu, niatnya sebagai ruang refleksi terhadap berbagai hal dengan cara yang ringan dan syukur-syukur menghibur.

“Saya mengajak orang-orang biasa untuk ngobrol dan bercerita tentang hal-hal kecil yang dilakukannya di masyarakat dan sekecil apa pun dampaknya. Di tengah segala keterbatasan dan penghambaan pada nilai-nilai material, selalu saja ada orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela dan riang gembira,” jelasnya.

Baca Juga:  Puisi Isbedy Lolos Kurasi Puisi Perdamaian 9 Negara

Dia juga mengajak ngobrol mereka yang berkarya dengan sungguh-sungguh dan perjuangan yang lebih. Tidak membicarakan kualitas karya mereka, tapi proses yang mereka jalani, yang justru sering lebih dahsyat dari karya itu sendiri.

“Mereka semua adalah orang-orang biasa yang mengajak kita (saya terutama) merenung dan merefleksikan hidup.”

Obrolan itu dilakukan lewat akun Instagram @moesismail, selanjutnya diposting di YouTube.

Obrolan ringan dengan orang-orang biasa itu secara live bisa disimak di IG tiap Minggu sore dan Rabu sore pukul 17.00-17.45.

Baca Juga:  Parade Baca Puisi "Politik Tanpa Sastra" di Teater Terbuka PKOR Wayhalim

Sementara ini sejumlah orang yang pernah diajak ngobrol adalah J Kamal Farza (penyair dan pengacara), Cak Tarno (pemilik toko buku Cak Tarno, pendiri/pengelola Cak Tarno Institute, pendiri duniasantri.co), Sudiyanto (pegiat literasi, peneliti sejarah, dan pengurus Forum Lingkar Pena), dan Tabrani Yanis (penulis, pegiat pendidikan dan penggerak Ibu-ibu menulis di Aceh).

“Menyusul Isbedy Stiawan ZS (penyair dan paus sastra Lampung) pada Minggu sore, 17 Mei 2010, dan Mahwi Air Tawar (penyair dan cerpenis) pada Rabu sore, 20 Mei 2020,” jelas Moestafa.

Isbedy Stiawan ZS Nunggu Beduk

Posting Terkait