Sistem Online Kejari Semrawut

Para pemilik kendaraan yang mengambil Tilang di Kejari Bandar Lampung/ Foto (Wendri)

BANDARLAMPUNG,FS-Penerapan aplikasi tilang sistem online membuat para pemilik kendaraan yang akan mengambil bukti tilang tampak memadati loket pengambilan tilang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung.

Terlebih, pengambilan tilang ini banyak yang belum mengetahui akibat kurangnya sosialisasi terhadap pemilik kendaraan, sehingga mereka menumpuk.

Pantauan Fajar Sumatera, pemilik kendaraan yang tiba di Kejari Bandarlampung banyak yang kebingungan. Sebab mereka biasanya mengambil bukti tilang di PN Tanjung Karang dengan hanya membawa surat tilang dan uang sejumlah denda tilang.

Namun saat ini mereka harus mengambil nomor urut untuk antrean. Karena ini penerapan perdana banyak yang harus dibenahi diantaranya, petugas yang mengatur untuk pengambilan tilang, no urut pengambilan yang sudah harus disiapkan serta loket pembayaran perbankan.

Dina (24) seorang mahasiswi yang hendak mengambil bukti tilang mengaku penerapan sistem online ini cukup bagus. Hanya saja masih harus disosialisasikan kepada masyarakat khususnya penggunakendaraan. Tak hanya itu, pelayanan serta fasilitas parkir dan ruang tunggu juga harus disediakan pihak Kejaksaan.

“Bagus sih sistem onlinenya cuma banyak yang belum tahu jadi bingung. Apalagi hari ini kayak semrawut pengambilan tilangnya. Parkiran disini juga sempit dan ruang tunggu gak ada jadi ya lihat aja padat rame menumpuk,” ujar dia.

Kajari Bandar Lampung Hentero Cahyono melalui Kasi Intel Andre W Setiawan menerangkan, pihaknya juga kaget dengan ditetapkannya sistem online. Untuk itu akan dilakukan sosialisasi berikut pembenahan sistem serta sarana dan prasarananya.

“Kejari Bandar Lampung menerapkan sistem online tilang jadi ini cukup memudahkan karena pelanggar tidak lagi harus ke Pengadilan. Jadi mereka langsung menyetorkan denda tilang atau bukti penyetoran ke Kejaksaan selaku eksekutif untuk pengambilan barang buktinya,” terang Kasi Intel Kejari Bandar Lampung Andre W Setiawan dikantornya, Jumat (17/2).

Andre menjelaskan penerapan sistem aplikasi tilang online ini mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung no 12 tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas. Dalam aturan tersebut disebutkan pelanggar wajib menyetorkan denda tilang ke Bank yang ditunjuk yakni BRI.

Oleh sebab itu, pihak Kejari Bandar Lampung akan bekerjasama dengan BRI untuk menyediakan petugas dalam pengambilan tilang ini.

“Dalam aturan kan harus disetorkan dulu ke Bank BRI baru ambil tilangnya. Nah berhubung belum ada jadi mereka masih bayar denda tilang manual ke petugas pelayanan loket. Kedepan semua akan kita benahi sesuai peraturan. Ini semua karena kurang sosialisasi,” kata dia

Terkait penerapan sistem tilang ini sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Kejaksaan, Kepolisian dan Pengadilan. Akan tetapi masih harus dilihat perihal yang berhubungan dengan pelaksanaan teknis.(WN)

Posting Terkait