Sistem Resi Gudang Belum Efisien

 

Kadisdag Lampung,
Ferynia

BANDARLAMPUNG—Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Lampung menggelar evaluasi penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) di enam kabupaten yang ada di Lampung. Pembangunan gudang dalam program SRG di Lampung telah dimulai sejak  2011 hingga 2016, sehingga perlu dievaluasi secara bersama antara stakeholder dan mitra.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia berharap, adanya evaluasi dan pembenahan sistem SRG dapat mendongkrak komoditas pertanian Lampung sebagai pemasok utama bagi DKI dan Pulau Jawa.

Program SRG yang dibangun sejak 2011 ini terdapat di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulangbawang, Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat serta Pesisir Barat. Saat ini ada 7 gudang dalam program SRG.

Ia menilai, selama ini kerjasama dengan pihak terkait masih belum berjalan maksimal. Pasalnya, sertifikasi gudang belum selesai, belum ada sarana penunjang dalam SRG serta belum dianggarkan pada APBD pemerintah kabupaten.

Menurutnya, sudah saatnya ada upaya konkrit melakukan terobosan, karena masyarakat harus bangga dengan slogan Lampung merupakan penghasil komoditas hasil pertanian yang cukup baik dan diandalkan bagi provinsi lain.

Untuk itu, lanjut dia, efisiensi perdagangan di Lampung akan semakin baik jika didukung dengan tertatanya sistem pembiayaan perdagangan yang dapat diakses oleh setiap pelaku usaha terutama usaha kecil dan menengah.

“SRG adalah instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan, juga sebagai strategi alternatif untuk stabilisasi harga komoditas,” katanya.

Ferynia menambahkan, diera perdagangan bebas, SRG diperlukan dalam membentuk petani menjadi petani usaha sekaligus petani mandiri.(*)

resi gudang lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan