Situasi Rupiah Untungkan Pengusaha Batu Bara

ist

JAKARTA—Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dalam beberapa pekan terakhir terus menunjukkan tren negatif. Bahkan saat ini Rupiah terus bergerak melemah mendekati ke level Rp14.000 per USD. Pada perdagangan Rabu (25/4) berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Rupiah berada di level Rp13.888 per USD.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roselani mengatakan, mayoritas para pengusaha membutuhkan kepastian kestabilan Rupiah untuk menunjang aktifitas usaha. Anjloknya Rupiah ini akan berdampak buruk bagi pengusaha yang membutuhkan impor low material, seperti sektor makanan dan minuman. Pasalnya, saat ini Indonesia memiliki tingkat impor bahan baku yang cukup tinggi.

Meski begitu, tak semua sektor usaha dirugikan. Semakin tingginya Dolar AS justru semakin menguntungkan para pengusaha disektor batu bara yang 75% nya menggunakan mata uang AS ini untuk bertransaksi.

“Tapi kalau sektor batu bara, itu mereka maunya kalau bisa lebih Rp14.000 per USD,” ucapnya.

Dia pun mengatakan para pengusaha membutuhkan kestabilan nilai tukar Rupiah untuk kepastian berusaha.

“Kalau fluktuasi kan dari segi planning jadi susah,” imbuhnya.

Menurutnya dengan melihat pergerakan Rupiah saat ini, sulit untuk kembali ke level Rp13.500 per USD. Oleh sebab itu, angka yang stabil menurutnya berada di level Rp13.700 per USD, sebab di level Rp14.000 per USD dinilai berdampak tidak baik.

“Kalau ke Rp13.500 lagi realistiknya agak berat. Yasudahlah stabil saja di kisaran Rp13.700-Rp13.750 per USD,” inginnya.(*)

716 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan