Soal Dugaan Penganiayaan, Kades Gunung Tapa Ilir Mengaku Terprovokasi

MENGGALA,-Kepala Kampung Gunung Tapa Ilir Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulangbawang Normansyah mengaku jika terjadinya insiden banting Gelas,dipicu bahasa Provokatif yang dilontarkan oleh Sekretaris Yayasan Hidayatul Muslimin.

Menurut Normansyah,Sebelum dimulainya rapat Musyawarah bertempat dibalai Kampung pada 28/07 lalu,sekretaris yayasan Rahmad Hidayat berulang-ulang menanyakan kepada warga siapa aktor dibalik rapat Musyawarah tersebut.

Padahal kata Normansyah,Musyawarah yang digelar atas dasar murni permintaan masyarakatnya yang disampaikan kepada aparatur kampung baik secara lisan maupun tulisan.

“Warga Masyarakat,semua berniat mempertanyakan kejelasan status legalitas yayasan,karena dikhawatirkan kelak akan berdampak terhadap para siswa,bayangkan jika status tidak jelas maka ijazah-ijazah yang diterbitkan oleh yayasan tidak bisa dipertangung jawaban kan kasian dengan para siswa-siswi,”jelas Normansyah 29/07.

Selain itu kata Normansyah,dalam pengelolaan yayasan,adanya ketidak transparan,bahkan pihak yayasan terkesan sewenang-wenang dengan mendirikan bangunan sekolah yang menganggu kenyamanan dan Ketertiban Umum.

“Bangunan ruang kelas baru,tidak diketahui asal muasal anggaranya apakah dari yayasan atau bantuan pemerintah,bahkan bangunan didirikan membelakangi rumah pribadi saya berkali-kali saya tegur agar dibuatkan pintu masuk,tapi tidak di indahkan oleh pihak yayasan,jangankan warga kami aparatur kampung disini juga tidak dipandang sebelah mata oleh yayasan,”urainya.

Padahal lanjut Normansyah,sebagai penanggung jawab dikampung dirinya wajib mengetahui sejauh mana legalitas yayasan,sumber pengelolaan anggaran maupun perkembangan yayasan.

Sebab Sambung Normansyah,pihak kampung berencana akan mengusulkan kepada Pemkab Tulangbawang untuk perubahan status yayasan dari swasta menjadi sekolah Negeri.

“Kami dikampung mengelola Dana Desa (DD) sudah kami bahas dengan aparatur kampung jika tidak menabrak aturan DD bisa kami kucurkan untuk membantu masyarakat,Seperti membayar SPP,atau membantu Uang Bangunan,serta membantu rencana alih status dari swasta ke sekolah Negeri,apalagi memang dikampung saya ini belum ada sekolah negeri,”paparnya.

Namun aku Norman,sayang sebelum niat baik disampaikan kepada pihak yayasan,terjadi insiden banting Gelas.

“Saya reflek banting Gelas,mendengar bahasa Provokatif Rahmad Hidayat,saya kesal seolah-olah mereka (yayasan red) menuduh semua atas keinginan saya,padahal itu murni aspirasi warga,saya punya bukti surat peryataan masyarakat,dan Gelas yang saya banting dilantai tidak melukai siapapun,karena Gelas bukan dilempar tapi dibanding dilantai dekat kaki saya sendiri,jika persoalan ini dibawa kerana hukum saya siap memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.pungkasnya.(Fs-Murni.Ac)

Posting Terkait