Soal Dugaan Penganiayaan, Sulaiman-Normansyah Siap Berikan Keterangan

MENGGALA,-Sulaiman,dan Normansyah tegaskan siap memberikan keterangan kepada penyidik terkait laporan dugaan Penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap pelapor Ketua dan Sekretaris Yayasan Hidayatul Muslimin Muhamad dan Rahmad Hidayat.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh terlapor Sulaiman saat disambangi dikediamanya kampung Gunung Tapa Ilir Kecamatan Gedung Meneng (KM.36) pada kamis 29/07.

Kendati menapaki jalanan tanah bergelombang disertai gelapnya jalanan akibat debu tebal asal lalu lalang mobil yang mengangkut tebu milik PT.Sugar Group sepanjang 36 KM,tim fajarsumatera.co.id dapat bertemu langsung dengan Sulaiman dan Normansyah sekitar pukul 16-00 WIB.

Dengan logam khas Lampungnya yang kental Sulaiman,mengatakan tidak benar jika dirinya dituduh melakukan pencekikan terhadap Ketua Yayasan Hidayatul Muslimin saat digelarnya Musyawarah kejelasan status yayasan.

Menurut Sulaiman,dirinya dalam forum Musyawarah tersebut datang hanya sebagai warga masyarakat yang diundang oleh aparatur kampung setempat untuk hadir mendengarkan pemaparan pihak yayasan mengenai statusnya sekarang.

Tetapi sebelum dimulainya Musyawarah,dirinya yang kebetulan berada dikursi depan melihat Ketua yayasan bangun dari tempat duduknya sembari mengangkat sebuah kursi plastik.

“Pas ada suara Gelas pecah,pak Muhammad,bangun bawa kursi,perasaan saya dia (muhamad) mau gebuk kepala Kampung saya bangun dan tarik bajunya kemudian punggungnya saya tekan,jadi tidak ada sama sekali pencekikan atau tindakan Kekerasan fisik seperti yang dituduhkan kepada saya,niat saya hanya Melerai,dan pada saat itu bukan saya sendiri tapi ada beberapa orang turut melerai,”jelasnya.

Oleh sebab itu Sulaiman menegaskan pihaknya akan selalu siap jika sewaktu-waktu yayasan membawa persoalan tersebut kerana Hukum.

Bahkan dirinya pastikan akan memberikan perlawanan sampai titik darah penghabisan terhadap pihak Yayasan Hidayatul Muslimin.

“Saya difitnah,saya tidak bersalah tapi dilaporkan menganiaya,artinya ini sudah menyangkut Pi’il (Harkat dan Martabat) pasti saya lawan dan akan saya hadapi sesuai aturan hukum yang berlaku,”tukasnya.

Hal senada dikatakan Normansyah,dirinya juga mengaku akan memberikan keterangan kepada penyidik terkait adanya laporan Perbuatan Tidak Menyenangkan seperti yang dilaporkan Oleh Rahmad Hidayat.

“Saya siap,silahkan dilaporkan,karena negara kita negara hukum,siapapun masyarakat mempunyai hak untuk melapor,jika nantinya laporan tersebut tidak terbukti,artinya saya dirugikan,tentu saya akan mempertimbangkan untuk lapor balik,karena Yayasan banyak Persoalan,”pungkasnya.

Diketahui persoalan tersebut bermula

dan terjadi pada hari rabu 28/07 sekira pukul 10-30 WIB,di Balai Kampung saat para pengurus yayasan menghadiri Undangan Resmi dari Kakam Gunung Tapa Ilir Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulangbawang untuk Musyawarah tentang keberadaan dan status Yayasan.

Mengingat Keberadaan Yayasan akan menimbulkan perselisihan dengan warga setempat lantaran yayasan dikelola oleh pihak luar kampung tampa berkoordinasi dengan aparatur kampung setempat.

Menurut Sekretaris Yayasan Rahmad Hidayat menjelaskan sepertinya Kakam memang tidak senang dengan keberadaan Yayasan milik mereka pada Kampung tersebut hingga terkesan mencari-cari kesalahan.

Sebab sebelum terjadinya kekerasan Fisik,dirinya dalam forum Musyawarah sempat menanyakan kepada beberapa warga,akan kebenaran Undangan tersebut,apakah murni keinginan masyarakat atau hanya akal-akalan Kepala Kampung.

Karena lanjut Rahmad,Undangan yang dilayangkan kepada pihaknya mengatasnamakan seluruh Masyarakat Gunung Tapa Ilir dengan mengetahui Kepala Kampung,

“Saya tanya langsung dengan para warga maaf bapak-bapak/Ibu  sekalaian apa benar para warga disini ingin mengetahui legalitas keberadaan yayasan,apakah selama ini ada atau tidak perselisihan antara yayasan dengan warga sekitar dan kenapa baru sekarang dipersoalkan sementara yayasan sudah lama berdiri,pada saat itu semua yang hadir bingung bahkan ada yang bicara jika mereka (warga red) juga tidak faham kehadiran dalam forum tersebut,”Jelas Rahmad melalui sambungan selulernya 28/07.

Dijelaskan Rahmad,saat mempertanyakan perihal tersebut Kakam yang kebetulan duduk berada disebelahnya langsung membanting gelas yang masih berisi Minuman.

“Saya hanya tanya itu tapi kok Kakam tersinggung, Ngamuk,marah,banting Gelas,teriak-teriak ga karuan,sembari menunjuk-nunjuk Muka dan memaki-maki,bahkan teriakanya memancing kericuhan semua warga dalam forum turut teriak bahkan ada yang bawa kursi hendak memukul kami,”paparnya.

Dikatakan Rahmad,Kericuhan dalam ruangan Balai Kampung masih terus berlangsung, bahkan Ketua Yayasan dicekik dan dipukul oleh orang Tua Kandung Kakam,saat hendak melewati cekcok mulut antara dirinya dengan Kakam.

“Ketua Yayasan Hidayatul Muslimin,pak Muhamad, dicekik lehernya dari belakang oleh Orang Tua kakam yakni Pak Sulaiman,pada saat beliau maju kedepan untuk melindungi Saya,usai kejadian tersebut kami seluruh pengurus yayasan keluar dari ruangan,”ujarnya.

Akibat Orangansi Kakam terhadap pengurus Yayasan Sambung Rahmad,pihaknya merasa dirugikan dan membawa persoalan tersebut kejalur Hukum.

“Sebagai warga yang baik tentu kami akan menempuh jalur hukum,karena ini adalahkekerasan Fisik terhadap Ketua Yayasan,yang dilakukan oleh Sulaiman selaku Orang Tua,dan Kepala Kampung Gunung Tapa Ilir Normansyah,”tandasnya.

“Ada dua laporan Penganiayaan dan Perbuatan tidak Menyenangkan,jadi pak Muhamad melaporkan Sulaiman Penganiayaan,sedangkan saya melaporkan Kakam Perbuatan Tidak Menyenangkan,”ucapnya.(Fs-Murni.Ac)

Posting Terkait