Soal Jual Beli Jabatan Anggota KPU, DPRD Lampung Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Bam | Fajar Sumatera

BANDAR LAMPUNG – Komisi I DPRD Provinsi Lampung, menggelar hearing bersama KPU, terkait adanya dugaan jual beli jabatan komisioner KPU dan kesiapan pemilu di 8 kabupaten/kota, di ruang rapat Komisi I  DPRD setempat, Senin (2/12).

Ketua Komisi I DPRD Lampung, Yozi Rizal, mengatakan, bahwa pada prinsipnya pihaknya menghormati proses hukum tekait adanya dugaan jual beli jabatan.

Baca Juga:  Ahmad Mufti Salim Serap Aspirasi Masyarakat Bumi Ratu Nuban

“Karena hal tersebut sudah masuk ranah hukum dan pada intinya kami (DPRD) mengedepankan asas praduga tak bersalah dan akan mengawal terus  persoalan tersebut,” ujar Yozi.

Selain itu, terkait kesiapan pemilu di 8 kabupaten/kota, pihaknya bersepakat menjadikan momentum pilkada di 8 kabupaten kota ini sebagai langkah awal untuk melihat sejauh mana kadar integritas dan moralistas kawan-kawan di KPU agar memperoleh hasil  yang baik dan mampu di percaya oleh masyarakat.

Baca Juga:  Dewan Sampaikan Tuntuttan Mahasiswa ke Arinal

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi I DPRD Lampung, Tulus Purnomo Wibowo. Bahwa, sangkaan tersebut bisa membuat demokrasi berpotensi dibajak.

Sementara, Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami, mengatakan bahwa hearing bersama Komisi I kali ini terkait kesiapan pemilu dan dugaan jual beli jabatan komisoner.

“Kami sudah melakukan sesuai prosedur mengenai rekruitmen komisioner KPU, terkait indikasi jual beli kursi kabupaten/kota yang diduga melibatkan salah satu komisoner, itu menjadi ranah pribadi bukan secara kelembagaan,” jelas Erwan.(BAM)

DPRD Lampung Jual Beli Jabatan Anggota KPU KPU Lampung

Posting Terkait