Soal Pelayanan, DPRD Lampung Ultimatum RSUAM

Bam | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Dua Ketua Fraksi DPRD Lampung menyoroti rendahnya pelayanan pasien miskin di Rumas Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung.

Mereka adalah Ketua Fraksi Partai Gerindra Rahmad Mirzani Djausal dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Aprilliati.

Bahkan kedua legislator ini mengultimatum pihak  rumah sakit bila tidak selekasnya mengevaluasi kinerja jajarannya.

Bahwa pasien kelas II dan III terutama program BPJS minim mendapat kunjungan dokter spesialis. Terkadang lebih dari seminggu baru diperiksa. Selebihnya hanya dikunjungi dokter umum.

Baca Juga:  Mingrum Gumay Resmi Pimpin DPRD Lampung

Untuk itu, pihak dewan akan memanggil jajaran RSUAM untuk mengadakan hearing sekaligus meminta pertanggungjawabannya terhadap kinerja mereka selama ini.

Menurut Rahmat Mirzani Djausal, rencananya rapat dengar pendapat tersebut akan dilaksanakan pada Senin, 11 November mendatang.

“Selain mempersoalkan pelayanan, akan dibahas juga soal keberadaan CT Scan atau Computerized Tomography Scan,” kata Rahmat Mirzani Djausal, Jumat (8/11).

Baca Juga:  DPRD Lampung Nilai LKPJ-AMJ Gubernur Ridho Sudah Baik

Karena, kata dia, ada keluhan dari pasien program BPJS Kesehatan yang sulit mengaksesnya dengan alasan rusak.

Akibatnya, mereka dan keluarganya harus melakukan  prosedur medis yang menggambarkan bagian-bagian tubuh tertentu dengan menggunakan bantuan sinar-X khusus di luar RSUAM.

Pada sisi lain, Aprilliati mengingatkan mereka bahwa akan ada konsekuensi hukum bila hal tersebut tak segera diperbaiki.

Baca Juga:  Angga Satria Pratama Adakan Tasyakuran

Sementara itu, Kepala Humas RSUAM Bandarlampung Ratna Dewi membantah anggapan tersebut. Mengingat  dokter jaga dan dokter umum selalu melayani pasien berdasar standar operasional prosedur yang ada.

“Bila masih ada keluhan lain soal ini kita akan melakukan observasi pada bagian pelayanan,” kata Ratna.(BAM/WI)

DPRD Lampung Pasien Miskin RSUAM

Posting Terkait