Sobek Baju Siswi, Sanksi Tegas Guru SMKN I Kotabumi Tidak Mendidik

Baju Koyak

Seragam sekolah yang disobek oleh Guru SMKN I Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (10/1/2018). Foto: Ist

LAMPUNG UTARA – BERDALIH memberikan tindakan tegas untuk penerapan peraturan di sekolah, oknum guru di SMK Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara menggunting dan menyobekkkan baju siswinya.

Sebagaimana dikatakan Sulisstyani, Guru Bidang Kesiswaan, SMK Negeri 1 Kotabumi, ketika dikonfirmasi di Ruang BK sekolah tersebut, menyatakan sebelum dilakukan tindakan tegas pihak sekolah (guru_red) telah menyosialisasikan kepada siswanya untuk menganti baju yang kurang panjang (pendek) dengan baju yang baru, Kamis (11/01/2018).

“Kami sudah menyosialisasikan tentang pergantian baju yang mini atau kurang panjang ke bawah itu kepada siswa sebelumnya. Sosialisasi itu sudah sejak Kamis (11/1) lalu, dan pada hari Senin (8/1) dan Selasa (9/1), kami sudah memperingatkan, dan Rabu (10/01) dilakukan tindakan. Nah kemungkinan yang terkena razia itu Lusi,” kata¬†Sulisstyani.

Sebelum dilakukan tindakan tegas tersebut, dia juga mengakui tidak ada pemberitahuan kepada wali atau orang tua siswanya, karena menurut dia sudah selesai melalui sosialisasi kepada siswa.

Baca Juga:  UPTD Pendidikan Lampura Laporkan SMKN I Kotabumi ke Disdik Provinsi

“Kan sudah kita sosialisasikan kepada siswa,” ujarnya.

Atas tindakan tegas itu, Lukmansyah orang tua Lusi Viana, siswi Kelas X SMKN 1 Kotabumi, sangat menyayangkan sanksi yang diberitakan itu kepada anaknya, karena menurutanya, tindakan tersebut bisa membuat mental anaknya turun karena rasa malu.

Pihak sekolah seharusnya memberitahukan lebih dulu kepada orang tuanya sebelum adanya tindakan tersebut.

“Ini sama saja mempermalukan anak, kita menyekolahkan anak kita supaya dididik biar pintar, apa begini cara mendidik anak? Seharusnya guru-guru itu memberitahukan kepada kita selaku orang tuanya melalui surat, karena untuk pakaian anak sekolah tidak mungkin mereka bisa beli sendiri kalau bukan orang tuanya yang membelikan,” kata Lukmansyah.

Dengan adanya peristiwa itu, lanjutnya, bila tidak ada niat baik dari pihak sekolah untuk memberikan solusi yang baik dan berjanji bisa memulihkan mental anaknya supaya kembali percaya diri karena sempat dipermalukan di sekolah dengan adanya tindakan tegas itu, dia akan membawanya ke ranah hukum.

Baca Juga:  UPTD Pendidikan Lampura Laporkan SMKN I Kotabumi ke Disdik Provinsi

“Kalau tidak ada niat baik, saya akan laporkan masalah ini ke polisi, karena ini penghinaan, pelecehan, pengerusakan, dan telah menghilangkan hak-hak kami sebagai warga negara Indonesia yang memiliki azas peraduga tidak bersalah karena negara ini adalah negara hukum,” ungkapnya.

Lebih jauh, Lukmansyah mengatakan, selain beban mental bagi anaknya atas sanksi yang diberikan pihak sekolah itu, tindakan pihak sekolah sudah melebihi batas yang tidak melihat dampak sosial bagi siswa dan orang tua siswanya.

“Apa karena kami ini orang susah makanya diperlakukan seperti ini. Kami ini asli orang daerah (Lampung_red) yang memiliki adat istiadat. Bagaimana kalau anak gadis guru-guru itu yang dipermalukan seperti itu apa mereka akan terima, dan apa memang aturan sekolah sudah setegas itu tanpa memberitahukan dulu kepada orang tua murid itu. Ini yang saya tidak terima,” kata Lukman.

Baca Juga:  UPTD Pendidikan Lampura Laporkan SMKN I Kotabumi ke Disdik Provinsi

Ditambahkannya, peristiwa itu dilakukan oknum guru anaknya, Rabu (10/1) lalu.

“Saya baru tau kejadian ini karena maknya yang cerita kalau baju Lusi digunting dan disobekkan gurunya tadi malam,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kotabumi, Zainal Abidin, ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menggelar rapat hari ini dan juga akan membahas laporan pihak keluarga siswinya tersebut terlebih dulu baru akan memberikan informasi lebih lanjut untuk solusi peristiwa itu.

“Hari ini kita akan rapat dan akan kita bahas juga, langkah pihak keluarga melaporkan itu ke pihak sekolah sudah tepat, tapi saya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh karena akan saya konfirmasikan terlebih dulu dengan guru yang bersangkutan,” ujarnya.

Zainal Abidin, juga menegaskan dalam memberikab tindakan tegas itu memang tugas dewan guru, tetapi semua tindakan itu seharusnya melalui koordinasi terlebih dulu dengan wali murid agar tidak ada kesalahpahaman.

“Untuk itu, sebelum lebih jauh, besok saya kasih informasinya setelah saya konfirmasikan dengan gurunya,” pungkasnya. (*)