SPBU di Lampung Jual Premium ke Pengecer

spbu.ist

JAKARTA—Merespon aduan masyarakat tentang kekosongan premium di daerah, BPH Migas turun langsung ke lapangan. Salah satunya Lampung.

Menurut anggota Komite BPH Migas Henry Achmad, BPH Migas mengecek pasokan premium di Lampung lantaran ada laporan kelangkaan di SPBU. Hasilnya, ditemukan premium di SPBU diborong para pengecer.

“Saya lihat sendiri, pengecer ini membeli di SPBU, mereka di antrian-antriannya membeli dalam jumlah banyak. Dia bukan pemakai atau konsumen. Dia pelangsir atau pengecer,” ujarnya, , Rabu (7/3).

Baca Juga:  Kunker di Tubaba, BPH Migas Sosialisasi Jenis Bahan Bakar

Sebelumnya, Komite BPH Migas Ahmad Rizal menuturkan, pihaknya kerap mendapatkan aduan soal kosongnya stok premium di SPBU seperti yang terjadi di SPBU 2435135 di Jalan Jenderal Ahmad Yani Bandarlampung.

“Kami mendapatkan keluhan dari masyarakat, katanya di SBPU ini sering terjadi kelangkaan premium. Kami merespon cepat, karena itulah kami kesini,” ujarnya.

Selain melakukan pengecekan di tempat penampungan minyak SPBU tersebut, tim yang terdiri dari 5 orang tersebut juga melakukan wawancara dengan pihak pengelola SPBU serta beberapa konsumen yang sedang melakukan pengisian BBM.

Baca Juga:  Premium Langka Penyebab Kemacetan di Bandarlampung

Ia memaparkan, saat ini pasokan premium untuk di wilayah Bandarlampung hanya mencapai 8.000 liter per hari. Angka ini rupanya sangat tidak sesuai dengan kebutuhan yang tinggi sehingga perlu dilakukan penambahan pasokan.

“Itu (8.000 liter) kalau pagi dikirim siang sudah habis. Jadi bisa saja kita tambah pasokannya, namun tetap pemerintahnya yang mengajukan ke kita, nanti kita akan tanggapi usulan tersebut,” ungkapnya.

BPH Migas menetapkan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebesar 7,5 juta kiloliter (kl) di 2018. Berbeda dengan ketetapan itu, PT Pertamina (Persero) mengajukan 4,5 juta kl.

Baca Juga:  Kebutuhan Tinggi Pasokan Premium di Bandarlampung Minim

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito menjelaskan, Pertamina punya perhitungan sendiri soal angka yang diajukan itu. Angka 4,5 juta kl itu ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat saat ini terhadap Premium.

“Kita lihat saja nanti konsumsinya di masyarakat. Masyarakat sekarang juga sudah berpindah (ke BBM jenis lain),” kata dia.(*)

BPH migas premium langka SPBU Lampung Jual Premium ke pengecer

Posting Terkait