Status Bantuan Laptop di Tuba Abu-abu

Foto: Ist

MENGGALA – Program bantuan pemberian laptop terhadap seluruh guru se-Tulangbawang(Tuba) berstatus abu-abu alias tidak jelas bagi penerima bantuan dimiliki atau pinjam pakai?

Jika bantuan sudah pasti barang tersebut bisa dimiliki dan digunakan selamanya untuk kepentingan kegiatan mengajar, namun jika status Pinjam Pakai maka sewaktu-waktu barang tersebut wajib dikembalikan kepada Pemerintah.

Kabid Sarana Dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) tulangbawang Kalam, menjelaskan jika pada tahap pertama Bupati hanya bisa salurkan bantuan laptop 1.000 unit untuk seribu Guru.

1.000,unit laptop tersebut terbagi dalam dua kriteria 500,unit laptop diberikan kepada guru yang mengajar disekolah swasta, sementara sisanya 500 unit diberikan kepada guru yang mengajar disekolah negeri.

Baca Juga:  Winarti Gandeng KPK Pantau OPD

“Untuk guru swasta laptop berstatus Hibah,tapi bukan hibah kepada guru melainkan hibah kepada sekolah sementara bagi negeri status pinjam pakai,itupun juga bukan guru tapi sekolah yang bertanggung jawab jadi pabila suatu saat dibutuhkan barangnya harus ada,saat ini pembagian belum rata jadi siapapun guru yang memerlukan laptop boleh pakai karena itu milik sekolah,” beber Kalam, Senin (01/04).

Baca Juga:  Maudi Mutia Putri dan Roni Jupiter Muli Mekhanai Tulangbawang 2020

Kalam paparkan jika 1.000 unit laptop tersebut dibeli menghabiskan anggaran sebesar Rp 5 milyar yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2019.

“Paket kita tenderkan E-Katalog dengan harga satuan Rp. 4.950.000,-perunit kemudian ditambah ongkos kirim Rp. 50.000,jadi total perunit Rp. 5 Juta, dengan spesikasi Laptop merk ,dan sudah kita bagikan dengan semua guru penerima sesuai SK Bupati Winarti, “jelasnya.

Apa yang dijelaskan Kalam Semakin tidak jelas Dikatakan Hibah tapi tidak ada surat keterangan Hibah, dikatakan pinjam pakai namun tidak tercatat dalam aset daerah.

Baca Juga:  Winarti Tentang Keras Radikalisme

Di hubunggi terpisah Arizza S Akbar Kabid Aset BPKAD Tulangbawang  yang saat ini sedang mengikuti Diklat Pim III, mengatakan jika sampai saat ini pihak Disdik belum mendaftarkan Laptop tersebut untuk dicatat sebagai aset Pemkab.

“Belum ada Disdik belum serahkan data,jika memang itu hibah atau bantuan tidak perlu di catat dalam aset namun jika pinjam pakai harus tercatat dalam aset karena sewaktu pemeriksaan barang-barang tersebut harus ada,apalagi jika memang benar pinjam pakai 500 unit laptop itu harus dicatat,” singkatnya. (MR)

 

Bantuan Laptop Guru Winarti

Posting Terkait