Suami Gak Pinter-pinter

Gunungsugih-Di zaman now, ternyata di Lampung masih ada suami yang menolak yang diajak bergaul bininya. Sebut saja Darto, usia 32 tahun, warga Gunungsugih, Lampung Tengah. Bayangkan, cuma gara-gara bini keguguran, sang suami rela tak mau lagi memberikan kenikmatan ke bininya lantaran trauma.

Ilmu seksologi agaknya masih perlu diajarkan pada setiap lelaki yang begitu lugu (sederhana). Benar memang, bahwa saat istri terkena miskram harus istirahat dari kegiatan ranjang. Tapi itu kan bukan untuk permanent dan selamanya. Jika kondisi istri sudah sehat kembali, bisa dicoba lagi dengan cara pelan-pelan tapi pasti.

Sejak istrinya keguguran 3 bulan lalu, dia tak mau lagi menggaulinya bininya, sebut sdaja darti, usia 28 tahun. Dia masih trauma, janga-jangan kalau punya anak lagi, nanti akan keguguran lagi. Dia mengibaratkan, bininya ini andaikan mobil sudah pernah turun mesin, jadi harus hati-hati cara membawakannya. Nah, daripada nantinya keliru, akhirnya dibiarkan saja itu mobil nganggur di garasi.

Itu kan kalau mobil dalam arti sebenarnya. Mobil model Darti yang 2.000 Cc, diaggurkan terus ya mbengung (protes). Dia sudah pernah mengingatkan agar suami tak lupa akan kewajibannya.

Rupanya suami sudah kadung ranjang phobi, sehingga meski dipaksa-paksa tak mau juga. Akhirnya Darto malah seperti kambing mau dibawa ke air, makin ditarik malah semakin mundur.

Akhirnya ya sudah, Darti pilih ngalah, diajak enak kok gak mau. Tapi sebagai wanita yang masih muda dan enerjik, dia tak sanggup bertahan dalam kesepian. Daripada “lahan”-nya terlalu lama dianggurkan, maka dalam rangka reformasi agraria mungkin, Darti merelakan lahan miliknya yang tak seberapa luas itu dicangkul lelaki lain. Sistem bagi hasil apa bukan, terserah, yang penting sama-sama puas.

Tawaran lahan model beginian, tentu saja banyak yang berminat, apa lagi Darti orangnya cukup cantik dan seksi. Maka ada lelaki yang memperoleh peluang pertama. Tanpa pakai tawar menawar lagi, dia langsung bilang, saya mau. Maklumlah, dia baru sebulan lalu ditinggal kabur istrinya.

Ini memang rejeki nomplok! Soalnya tanpa dicari ke sana kemari,  justru Darti sendiri yang suka main ke rumahnya. Dalam rangka jemput bola, ngkali. Maka karena sudah mau sama mau, perbuatan layaknya suami istri itupun berlangsung dengan serunya.

Ibarat tontonan wayang, sudah lama keduanya tidak “perang kembang”. Maka keduanya terus saja bat bet beradu senjata.

Keasyikan bermesum ria dengan lelaki tetangga, Darti jadi makin sering pergi malam hingga larut. Ketika diselidiki, ternyata dia main ke rumah duda. Darto pun jadi mafhum, pasti ada hil-hil yang mustahal dalam kunjungan ini.

Namun, diam-diam dia menguntit bininya, bersama tetangga agar pasangan mesum itu digerebek. Mereka setuju, tapi agar segera memperoleh barang bukti, penggerebekan direncanakan tengah malam saja.

Namunm, Darti tak tahu rencana suaminya. Maka tengah malam kembali mereka bikin adegan “perang kembang”. Tapi sial betul. Baru beberapa kabrukan (gempuran) tahu-tahu pintu sudah didobrak oleh suami dan tetangganya.

Tetangganya tadinya mau menyeret pasangan mesum ke polisi. Namun, Darto sadar sudah lama dia tak member kenikmatan ke bininya. Akhirnya dia memulangkan bini ke rumah orang tuanya dan langsung ditalak tiga.

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan