Suami Jijik Sama Bininya

BANDARLAMPUNG-Yang namanya keluarga tentu harus saling percaya supaya langgeng sampai nenek dan kakek atau sampai punya cucung. Namun, bagaimana menjaga kepercayaan? Kalau gagal risikonya bisa fatal, keluarga bisa berantakan.

Seperti Darti (nama disamarkan), usia 32 tahun, tinggal di Tanjungkarang. Dia salah satu bini yang tak mampu menjaga kepercayaan suami. Makanya sang suami, sebut saja Darto, usia 39 tahun, langsung memulangkannya ke rumah orang tua sang bini.

Padahal, di mata Darto, si Darti ini tergolong bini yang lugu, ternyata air tenang menghanyutkan, begitu kata pepatah. Artinya adalah, diamnya seseorang kadang justru membahayakan.

Maka yang kelihatan alim, sejatinya dzolim. Sebaliknya yang kelihatan seperti badut, hatinya malah lembut.

Darto, selama ini merasa bahagia hidup bersama Darti yang telah menemani suka dan duka selama 10 tahun perkawinan. Meski cantik, istrinya itu tidak pernah macem-macem.

Cara bersolek biasa saja, tak pernah seronok alias medok, tak pernah gila shoping yang aneh-aneh. Paling-paling kalau shopng ke warung tetangganya. Itu pun kalau disurh suami beli rokok.

Saking bangganya, Darto suka pamer bininya sama teman-temannya, jika ada lomba wanita teladan se Lampung, pastilah istrinya akan menyabet juara. Soalnya jarang wanita yang nerima macam istrinya itu. Tak pernah kelayaban ke rumah tetangga, selalu di rumah momong anak. Pokoknya, tahunya Darti ini hanya mamah karo mlumah.

Kadang Darto merasa berdosa sendiri. Sementara istrinya lugu dan kurang gaul, dia sendiri di luaran suka menggoda cewek yang kelihatan cantik. Namun demikian dia juga nembela diri, semua itu hanya sekedar untuk pergaulan, tak sampai meningkat jadi menggauli.

Tapi semua citra positif di mata Darto, mendadak rontok beberapa hari lalu. Itu terjadi ketika Darto pulang kantor lebih cepat dari biasanya. Setibanya di rumah kok dia melihat ada lelaki dan perempuan sedang bermesraan di ruang tamu. Begitu jelas detilnya, Darto terpana, ternyata istri sendiri.

Sebetulnya dia ingin segera menghajar lelaki itu, tapi keburu dianya kabur duluan. Walhasil yang bisa diinterogasi tinggal istri sendiri. Kata Darti, dia asalah bekas kekasih lamanya.

Kemudian, darto bertanya ke Darti, “Berapa kali dia sering ke rumah?” Darti menjawab jujur, “Enggak keitung. Pokoknya asal situasinya mantap terkendali pasti main ke rumah dan dari koalisi dilanjutkan pula dengan eksekusi.”

Kepala Darto nyaris pecah rasanya mendengar kejujuran istrinya sekarang. Berarti selama ini dia hanya dapat barang restan, habis dipulung orang. Gara-gara itu dia menjadi jijik atas istri sendiri.

Saat itu juga dia memulangkan bininya ke rumah orang tuanya di Telukbetung Utara.

 

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan