Suami Tak Kuat Lagi Ladeni Bini

Agui

Bandarlampung-Nasib Darto (nama disamarkan), usia 43 tahun, dari Tanjungkarang, Bandarlampung, ini benar-benar apes. Dia yang memergoki istrinya diselingkuhi tetangga, tapi malah kalah galak dengan lelaki yang menyelingkuhi bininya. Darto diudak-udak pakai golok dengan pebinornya.

Tak ada larangannya memang, kawin dengan perempuan jauh lebih muda. Tapi seyogyanya, carilah bini dengan usia yang tak terpaut begitu jauh. Idealnya, selisih sekitar 5 tahunan. Suami 25 tahun, istri 20 tahun. Boleh-boleh saja suami usia 35, kawin dengan gadis 20 tahun. Tapi ya itu tadi, enaknya hanya dijupuk ngarep (diambil duluan). Nanti sekian puluh tahun kemudian, di kala istri masih doyan-doyannya, suami sudah loyo dimakan usia. Di ranjang, keris suami mlethot terus bak punya Cakil lawan Arjuna.

Ideal atau tidak, agaknya Darto tak peduli dengan semua itu. Ketika ketemu gadis cantik dalam usia 24 tahun, meski pun dirinya sudah usia 40 tahun, diserang juga lantaran saking kebelet punya istri. Wiwik, calon istrinya kala itu kurang sreg juga. Tapi berkat kekayaan Darto, keluarga mendorong-dorong terus untuk bersedia jadi bininya.”Kamu jadi bini Darto tinggal makan dan melayani di ranjang,” begitu pesan orangtua.

Kata-kata orangtua memang tidaklah salah. Meski cinta belakangan, jadi bini Darto memang tak mengecewakan. Dia sangat menyayangi bininya, sebut saja Darti, baik materil maupun onderdil terjamin sepenuhnya. Apalagi namanya Darto, dia memang cukup besar punya barang rahasia, sehingga Darti terkiwir-kiwir bak artis Indonesia yang tergila-gila dengan lelaki Barat.

Akan tetapi kebahagiaan rumah tangga Darto-Darti tak berlangsung lama. Di kala suami menginjak usia 43 tahun, dia tak bisa lagi membahagiakan istri di atas ranjang. Padahal dalam usia 27 tahun dewasa ini, Darti masih sangat membutuhkan kehangatan dari bapaknya anak-anak. Namun apa daya, ibarat tontonan wayang “keris” Darti bukan lagi keris Pulanggeni milik Harjuna, tapi telah menjelma keris Cakil yang meletot melulu menghadapi lawan.

Hawa dingin yang selalu menyergap Kota Bandarlampung belakangan ini, menjadikan Darti jadi lupa akan statusnya sebagai ibu panutan keluarga. Ketika terlihat suami tetangga, suka mencuri-curi perhatian atas dirinya, langsung ditanggapi saja.

Tak peduli dosa atau tidak, tak peduli etis atau bukan, di kala suami pergi dengan sengaja Darti memasukkan lelaki itu ke dalam kamarnya. Di situlah mereka berbagi cinta. Adegan “perang kembang” yang selama ini terhenti ibaratnya wayang, kembali berlangsung dengan serunya.

Asyik sekali rupanya kedua pasangan menikmati cinta haram itu. Saking asyiknya sampai lupa bagaimana mengelola menejemen selingkuhnya bersama Darti. Beberapa hari lalu, saat dia sedang bergulat antara hidup dan mati bersama bini tetangga, mendadak darto masuk ke dalam kamar.

Merasa kepergok, dia bukannya takut, malah ambil golok. Tentu saja Darto kabur ketakutan.
Yang namanya golok, kalau menerjang kulit orang tanpa punya ajian apa pun. Darto pun diudak-udak pebinor sambil berteriak minta tolong.

665 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan