Sungai Langka Lahirkan Tapis Jaman Now

BANDARLAMPUNG – Lewat tangan desainer muda Aries M Ansyah. Hasil sulaman Tapis Lampung dari ibu-ibu pengrajin asal Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran, sepertinya berhasil mencuri perhatian masyarakat banyak hingga stasiun televisi swasta ditengah semakin menipisnya peminat akan warisan dari budaya daerah sendiri.

Pasalnya, Tapis dari desa tersebut meski jenis tapis-nya tetap bercorak Lampung, akan tetapi dibuat dengan menggunakan benang wol yang berwarna-warni dan terkesan lebih kekinian, kreatif, inovatif, hingga disebut-sebut sebagai Tapis Jaman Now.

Aries M Ansyah, yang juga Biro Pariwisata Karang Taruna Provinsi Lampung, menceritakan, awal mulanya jenis Tapis dengan corak warna warni ini ditampilkan saat acara kopdar bersama dengan Net Good People Lampung, yang merupakan komunitas resmi dibawah naungan NET TV dan beranggotakan anak-anak muda Lampung, di Cafe Agogo, Pahoman, Bandarlampung.

“Ketika motif warna warni tapis ini ditampilkan, mereka sangat terpukau luar biasa. Padahal belum secara keseluruhannya. Bisa dibilang yang biasanya tapis dibuat dengan benang emas kok ini bisa dengan benang wol,” kata Aries, kepada Fajar Sumatera, via ponselnya di Bandarlampung, Minggu (26/11).

Selain daripada itu, para ibu-ibu pengrajin di Desa Sungai Langka juga awalnya mereka bertanya-tanya apakah nanti peminatnya akan banyak atau tidak. Namun, ketika sudah ditampilkan terlebih lagi di acara beberapa waktu lalu, para pengrajin ini menjadi lebih semangat dan menjadi lebih giat.

Apalagi, ketika dirinya diberikan kesempatan dari Karang taruna untuk membina dan menjadikan Desa Sungai Langka menjadi Desa Wisata dan mengangkat sejarah transmigrasi pertama di Indonesia yang terjadi di Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesawaran.

“Ini merupakan kesempatan baik, saya jelaskan kepada pengrajin, jika membuat tapis yang hanya itu-itu saja untuk apa para wisatawan datang jauh-jauh ke desa ini, toh mereka bisa membeli kain tapis di pasar. Akhirnya saya rubah itu semua dengan benang warna warni dan hanya ada di Desa Sungai Langka,” jelasnya.

Kendati demikian, Aries tetap menekankan, motif tapis-nya tetap bernuansa Lampung, hanya saja ornamen digantikan dengan benang warna warni. Namun, Aries mengaku, tetap menggunakan benang emas agar tidak menghilangkan arti dari tapis itu sendiri.

“Rencananya di bulan Desember tanggal 4 di Mall Boemi Kedaton dan 6 di Hotel Novotel, kita akan kenalkan tapis dari Desa Sungai Langka yang sesungguhnya. Karena kami juga membuat satu paket kegiatan untuk sekaligus launching desa wisata, di sungai Langka,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya bersama pengrajin tapis berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kiranya dapat menyalurkan anak-anak muda yang kreatif agar kedepannya tidak hanya bermain pada jenis Tapis saja. “Membuat tapis dengan hal yang berbeda dan tidak melulu hanya itu-itu saja juga agar tidak terkesan hanya untuk acara adat. Kita buat tapis menjadi tapis yang kekinian dan mengikuti perkembangan jaman,” kata Aries.(ZN)

3,364 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment