Swakelola di Mesuji Potensi Korupsi

Foto: Ist

BANDARLAMPUNG – Sidang perkara suap fee proyek Mesuji kembali digelar persidangannya pada Senin  (24/6) kemarin. Dalam sidang yang berlangsung hampir 11 jam ini, jaksa mempermasalahkan program swakelola yang dianggap meyimpang.

Sebanyak 8 saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek yang terjadi di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Mesuji atas nama terdakwa Khamamik, Wawan Suhendra dan Taufik Hidayat.

Baca Juga:  Sibron Azis & Kardinal Dibui 2,3 Tahun

Dalam keterangan para saksi disebutkan terdapat program swakelola dinas PU Bina Marga di Kabupaten Mesuji yang selama ini pula diklaim telah menjadi percontohan bagi kabupaten lainnya bahkan  mendapat acungan jempol dari Presiden RI Joko Widodo.

Program yang digadang – gadang akan menghemat anggaran tersebut, justru dipermasalahkan oleh Jaksa dan Majelis Hakim karena dianggap menjadi potensi terjadinya praktek tindak pidana korupsi. Swakelola tersebut tidak terdapat anggarannya di dalam APBD Kabupaten Mesuji.

Baca Juga:  Warga Mesuji Pantau Sidang Khamamik

Dari program tersebut, jaksa pun mempertanyakan adanya bantuan  Rp74 juta yang dikatakan oleh Kabid Peralatan Dinas PUPR Mesuji, Daruf Mahfud, sebagai hadiah  diperuntukan ganti bahan bakar minyak alat berat lalu  digunakan  Khamamik untuk membeli bahan material dan semen.

Sidang lanjutan perkara ini akan digelar kembali pada Jumat 28 juni 2019 besok dengan agenda yang masih akan mendengarkan keterangan saksi. (TN)

Khamamik PN Tanjung Karang PUPR Mesuji

Posting Terkait