Tanggamus Bahas Gangguan Gajah

KOTAAGUNG – Kantor Taman Nasional Bukit Barisan selatan (TNBBS) menggelar rapat koordinasi (Rakor) tentang gangguan gajah Sumatera di Pekon Terbaya, Tanggamus, Senin (30/4/2018).

Kepala TNBBS Kotaagung Agus Wahyudiono menyampaikan bahwa rapat itu bertujuan untuk menarik kesimpulan dan berbagi ruang serta masukan-masukan dan perlu adanya tataran untuk mengatasi masalah atau konflik gajah yang selama ini meresahkan masyarakat Tanggamus.

Selanjutnya, Camat Semaka Edi Fakhrurrozi melaporkan bahwa hampir satu tahun lebih ini masalah gajah ini belum bisa terselesaikan dan terbentur dana. Dia ingin ada empat gubuk gajah di lokasi karena dari hasil survey keberadaannya penting untuk memantau.

“Harapan saya hewan tersebut bisa hidup berdampingan dengan Masyarakat dengan kata lain tidak mengganggu kita,” kata Edi Fakhrurrozi.

Perwakilan Dinas Kehutanan Lampung Wiyogo menitikberatkan pada pemetaan soal homeranch (jalur migrasi) gajah demi terhindar konflik. Untuk itu pihak kementerian kehutanan telah mengalokasikan anggaran untuk penangan khusus pada wilayah yang sudah terlanjur dikelola masyarakat.

”Dan perlu adanya perbaikan hutan serta masyarakat itu sendiri. Sehingga, mereka bisa memahami fungsi dari hutan itu dan memperoleh nilai kesejahteraannya,” kata Wiyogo.

Selanjutnya bahwa pemprov sudah melakukan upaya-upaya pada kawasan hutan. Ditambah bantuan dari pemerintah pusat sehingga bisa cepat mengatasi konflik masalah gajah tersebut.

Kapolres Tanggamus AKBP  I Made Rasma berharap stakeholder merumuskan masalah-masalah dan masukan-masukan untuk bisa diserahkan ke tingkat pusat. Agar situasi saling menyalahkan antara gajah dan manusia tak berlanjut.

Dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf Hasto Utomo menargetkan penyelesain konflik dalam jangka pendek, enam bulan sampai satu  tahun). Yaitu, menitikberatkan pada pencegahan bersama.

Kemudian rencana jangka menengah, mengelola dan mengajukan bantuan anggaran beradasar data-data dan fakta di lapangan. “Pada prinsipnya, TNI dan Polri siap membantu kapanpun dan di manapun,” pungkas Hasto Utomo.(SB/CD)

Tanggamus Bahas Gangguan Gajah

Posting Terkait