TDM Juara Pertama AHTSC 2017

PT Tunas Dwipa Matra kembali meraih juara untuk kategori AHASS Main Dealer Service Center (MDSC) atau kategori berkelompok dan Kategori Teknisi AHASS dalam Ajang Astra Honda Tehnical Skill Contest (AH-TSC) 2017 yang di selenggarakan oleh PT. Astra Honda Motor (AHM).

BANDARLAMPUNG—PT Tunas Dwipa Matra selaku main dealer sepeda motor Honda di Lampung kembali membawa nama harum Lampung di tingkat nasional. TDM berhasil meraih juara pertama dalam ajang Astra Honda Tehnical Skill Contest (AH-TSC) 2017 yang diadakan oleh PT. Astra Honda Motor (AHM).

Tunas Dwipa Matra meraih juara pada kategori AHASS Main Dealer Service Center (MDSC) atau kategori berkelompok yang di akili oleh Ary Hendrawan Ichwan sebagai peserta teknisi dan Apri Yanto sebagai peserta service advisor. Sedangkan pada kategori teknisi AHASS, TDM meraih juara ketiga atas nama Rahmat Aris Sidik.

“TDM juga berhasil meraih juara empat untuk kategori servis advisor AHASS dan 10 besar untuk kategori siswa SMK,” kata Manager Technical Service Departemen (TSD) TDM Adi Chanserrio.

Ia menjelaskan, gelaran AH-TSC 2017 menjadi ajang kompetisi teknik sepeda motor bagi siswa SMK serta garda terdepan layanan purna jual yaitu para teknisi dan servis advisor.

“Pencapaian ini semakin membuktikan bahwa PT Tunas Dwipa Matra sangat menjaga kualitas layanan kepada konsumen, dan yang terpenting salah satunya menjaga kualitas sumber daya manusia di tiap jaringan TDM di seluruh Indonesia khususnya di Lampung,” tuturnya.

Gelaran AH-TSC 2017 menyasar generasi muda yang menjadi siswa SMK sebagai bagian upaya AHM berperan serta dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, inovatif dan siap di dunia kerja yang semakin kompetitif di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kompetisi untuk siswa SMK yang telah memasuki tahun ke-8 ini, diikuti sebanyak 23.272  orang peserta dari 652 SMK yang mengiplementasikan Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Astra Honda.

Proses seleksi berlangsung secara ketat di tingkat regional pada periode Maret-Juni 2017. Melalui ujian berbagai tahapan, terpilih sebanyak 36 siswa SMK terbaik dari seluruh Indonesia untuk menjalani kontes final di Jakarta. Final kompetisi dilaksanakan pada 1-2 Agustus 2017 di Astra Honda Training Center (AHTC), Jakarta.

Pelaksanaan uji kompetensi para siswa SMK dilakukan secara tertulis maupun praktek. Pada sesi ujian tertulis, para peserta diuji pengetahuan terkait teknologi sepeda motor Honda. Pada sesi ujian praktek, para peserta dinilai keterampilannya terkait mesin, rangka, dan kelistrikan sepeda motor Honda.

Selain itu, para siswa SMK juga ditantang kemahirannya dalam menggunakan Honda special tools dan perawatan sepeda motor yang meliputi pemeriksaan, pengukuran, serta penggantian parts.

General Manager Technical Service Division AHM Wedijanto Widarso mengatakan perusahaan ingin memperkuat perannya di bidang teknik sepeda motor melalui kompetisi untuk siswa SMK ini.

Kompetisi ini diharapkan dapat membantu pemerintah menyiapkan generasi muda yang siap bersaing dengan perkembangan teknologi mesin sepeda motor di Indonesia.

“Kami ingin kompetisi ini dapat memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk meraih mimpi serta cita-cita mereka di bidang teknik sepeda motor, kata Wedijanto.

Sementara itu, Ketua Program Pendidikan Satu Hati Ahmad, Muhibbuddin menambahkan, kontes teknik bagi siswa SMK ini merupakan bagian dari pendekatan komprehensif yang disiapkan AHM dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di industri roda dua melalui implementasi Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Astra Honda di SMK binaan.

Selain menguji keterampilan siswa SMK lewat kontes ini, AHM juga menyiapkan standardisasi bengkel tempat praktik siswa, mefasilitasi praktek kerja industri di bengkel resmi Honda, melatih dan mensertifikasi keahlian guru pengajar, hingga memberikan donasi motor dan peralatan perbengkelan.

“Kami memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kualitas SMK binaan dan outputnya. Karena itu, dari hulu ke hilir kami berusaha menjaga proses peningkatan kualitas pendidikan vokasi ini agar dapat melahirkan tenaga terampil yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Muhibbuddin yang juga sebagai Deputy Head of Corporate Communication AHM.

Tiga siswa SMK terbaik dalam AH-TSC 2017 mendapat apresiasi dari AHM yaitu beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di Politeknik Manufaktur Astra dan uang tunai sebesar Rp8 juta untuk Juara I,  uang tunai sebesar Rp5 juta untuk juara II, dan uang tunai sebesar Rp3 juta untuk Juara III.

AHM juga memberikan apresiasi uang tunai sebesar Rp1.000.000,-  kepada seluruh siswa SMK yang berhasil lolos seleksi AH-TSC 2017 hingga tingkat nasional.  Seluruh finalis siswa SMK ini juga berkesempatan mengikuti ujian saringan masuk Politeknik Manufaktur Astra secara gratis.

Teknisi dan Service Advisor Honda

Selain menguji kompetisi teknik para siswa SMK, AHM bekerja sama dengan jaringan main dealer Honda turut menggelar AH-TSC 2017 bagi para teknisi dan servis advisor Honda. Kompetisi ini merupakan tahap final dari dua rangkaian kegiatan seleksi yang telah dilaksanakan di masing-masing daerah pada periode Januari – Juni 2017.

AH-TSC 2017 untuk para teknisi dan servis advisor Honda telah memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-24. Setiap tahunnya, materi kompetisi ini selalu diperbaharui guna memastikan layanan purna jual terbaik para garda terdepan bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) untuk konsumen Honda sesuai perkembangan teknologi sepeda motor Honda.

AH-TSC 2017 untuk para teknisi dan servis advisor Honda diadakan dalam 2 kategori peserta, yaitu kategori AHASS Non Main Dealer Service Center (Non MDSC) atau perorangan serta kategori AHASS Main Dealer Service Center (MDSC) atau kategori berkelompok, dimana untuk kategori AHASS MDSC diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.

Pada ketegori AHASS Non MDSC, tahap seleksi di tingkat regional dikuti 14.037 teknisi dan 1.581 servis advisor. Setelah melewati tahap rangkaian pertama, tersaring jumlah peserta yang terdiri dari 27 teknisi dan 27 servis advisor untuk bersaing pada tingkat nasional.

Sedangkan pada kategori AHASS MDSC, tersaring sebanyak 54 peserta yang terdiri dari 27 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 1 orang teknisi dan 1 orang servis advisor. (IH).

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan