Telur Bikin Gaduh

Ngupi Pai

Ngupi Pai

Oleh Supendi

Bulan Juli menjadi bulannya telur ayam buat mengeksiskan diri. Telur seakan tak mau kalah tenar setelah sepanjang Juni lalu menjadi panggungnya daging ayam.

Tapi telur ini terbilang aneh juga. Kalau daging ayam naiknya karena siklus tahunan lantaran memasuki ramadan dan lebaran. Nah telur naiknya justru pas tak ada momen apa-apa. Kalau orang perhotelan bilang ini waktunya low season.

Sudah sewajarnya juga kalau mau masuk lebaran daging ayam melambung tinggi. Mau stok sebanyak apa juga tetap saja naik. Namanya juga siklus bikinan yang seakan sudah menjadi kodratnya begitu.

Kembali ke telur. Dua pekan ini dimana-mana mengeluh soal tingginya harga telur. Sampai-sampai pedagang yang mestinya untung juga ikut ngeluh karena pembeli turun. Distributor juga dituding mengambil untung terlalu besar.

Biasanya kalau harga komoditas naik, kalau pun konsumen dirugikan pastinya petani tetap diuntungkan. Tapi dalam konteks kenaikan harga telur, belum ada berita yang bilang kalau peternak ayam ikutan untung. Kalau rugi mungkin iya.

Seperti yang sudah-sudah, pemerintah gaduh setelah masalah terjadi. Berbagai alasan dibuat mulai dari yang masuk diakal sampai diluar nalar.

Isu Dolar AS, piala dunia, cuti para peternak sampai musim haji dilontarkan. Untungnya masyarakat kita lumayan cerdas tak laju hanyut dan memilih bersikap kritis atau minimal ketawa nyinyir.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto bilang, kenaikan harga telur ayam ini lantaran naiknya harga pakan. Dolar AS yang terus menguat membuat harga pakan impor melonjak. Jadilah para peternak harus keluar duit lebih buat modal. Mari kita abaikan saja pernyataan lain soal faktor piala dunia yang bikin penggemar bola pada makan nasgor berlauk telur. Padahal kan dari dulu juga menunya begitu.

Lain lagi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebut kenaikan harga telur ayam karena bersamaan dengan musim haji. Entahlah apa korelasinya.

Kabar terbaru, Mendag menduga ada permainan spekulan yang ingin mengambil keuntungan dari tingginya permintaan pasca lebaran. Kemendag berencana menggandeng integrator untuk menyiapkan telur dan menggelontorkannya ke pasar dalam rangka intervensi pasar. Kita sih berdoa saja, semoga bukan impor telur solusinya.(*)

harga telur melambung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan