Tembok Pembatas Rel PT KAI Rawan Roboh

Tembok Pembatas Rel PT KAI Rawan Roboh.

Tembok Pembatas Rel PT KAI Rawan Roboh. (net) 

BANDAR LAMPUNG – MANAJER Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Franoto Wibowo, menegaskan dinding beton penahan sterilisasi warga yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Kereta Api Indonesia (Ditjen KAI) Kemenhub sudah sesuai dengan prosedur.

Perihal tembok pembatas yang roboh, kata Franoto, disebabkan oleh adanya warga masyarakat yang jarak rumahnya sangat dekat dengan dinding tersebut.

Akibatnya, saluran pembuangan air kotor mengalir ke jalan kereta dengan cara melubangi dinding steril sehingga dapat membuat dinding steril itu rapuh kemudian roboh.

“Selanjutnya untuk informasi apakah pembuatan dinding tersebut sesuai bestek atau tidak bisa ditanyakan ke Balai teknik perkeretaapian wilayah Sumbagsel,” singkat Franoto, Kamis (8/3/2018).

Pihaknya menegaskan, tembok pembatas yang dibangun bertujuan untuk keselamatan warga masyarakat dan perjalanan kereta api itu sendiri.

Baca Juga:  Terungkap PT KAI Tidak Miliki Dokumen Asli Groundkaart

“Lahan milik KAI itu 75 meter dari as rel ke kanan dan ke kiri. Dan masyarakat tidak boleh membuat bangunan di lahan tersebut tanpa izin dari KAI,” ungkap Franoto.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Lampung Andi Surya, mengkhawatirkan masyarakat yang tinggal berdekatan dengan rel kereta api.

Mengingat, baru saja terjadi peristiwa rubuhnya tembok beton pembatas rel kereta api di ruas Jalan Gatot Subroto, belakang Sucofindo, Pecohraya, Bandar Lampung.

“Masyarakat di bantaran tembok rel KA agar selalu waspada karena tidak tertutup kemungkinan koridor tembok yang lain akan rubuh juga. Hal itu dapat mengganggu struktur fondasi rumah warga di dekatnya,” kata Andi, Kamis (8/3/2018).

Ketua Yayasan Global Surya ini mengimbau masyarakat untuk terus melihat kemungkinan-kemungkinan akan terjadinya hal serupa.

Baca Juga:  Groundkaart PT KAI Tidak Terdaftar di BPN Sehingga Jadi Lahan Negara Bebas

“Jika seandainya diketahui ada bagian tembok yang mulai rawan rubuh, segera beritahu kepada petugas,” ujarnya.

Dia mengatakan, bahwa warga pinggir rel KA, dari dua tahun lalu sudah berusaha mengingatkan bahkan menentang pembangunan tembok rel KA kepada PT KAI dan Kemenhub (Kementerian Perhubungan) bahwa tembok rel KA ini tidak produktif.

“Sekarang terbukti, selain meresahkan warga, ternyata pembangunan tembok KA ini juga tidak sesuai dengan spesifikasi bestek hingga roboh begini,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, peristiwa ini harus disikapi dengan tegas, dengan cara mengevaluasi perizinan pembangunan tembok rel KA ini.

“Pemkot Bandar Lampung juga harus segera mengambil sikap dan antisipasi untuk melindungi warganya dari kemungkinan terjadinya peristiwa yang sama yang akan memakan korban jiwa maupun harta warga di sepanjang rel KA,” ungkapnya.

Baca Juga:  Groundkaart PT KAI Tidak Terdaftar di BPN Sehingga Jadi Lahan Negara Bebas

Andi juga meminta agar BPK RI melakukan audit investigasi atas proyek pembangunan tembok rel KA ini.

“Kami menemukan bukti-bukti bahwa pembangunan tembok ini melanggar kaidah struktur teknis bangunan. Kenyataannya, tembok ini roboh kemaren hanya karena hujan dan angin. Kami punya bukti baik, saksi maupun gambar-gambar pengerjaan proyek dua tahun lalu yang dilaksanakan secara serampangan,” tuturnya.

Bukan hanya itu, Andi juga mengimbau agar kepolisian Lampung bergerak dengan cepat mengamanan lokasi-lokasi tembok yang dianggap rawan rubuh sehingga tidak terjadi kecelakaan yang menimpa warga.

“Sekaligus bersama-sama Kejaksaan Tinggi dan Pemkot Bandar Lampung melakukan investigasi terhadap proyek ini, selanjutnya lakukan penyelidikan terhadap pelaku-pelaku proyek di Balai Perkeretaapian Lampung dan PT KAI maupun pihak ketiga pelaksana proyek karena diduga ada mal administrasi dan penyelewengan di dalamnya,” tegasnya. (ZN/*)

Rel PT KAI

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan