Terkait Kades Gunung Liwat Dilaporkan ke Polisi, Kadin PMD: Mestinya Mereka Tau Tupoksi

BATURAJA – Terkait persoalan Kepala Desa (Kades) Gunung Liwat, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berinisial AY yang dilaporkan Sarjoni ke Polres OKU langsung viral di medsos.

Kades Gunung Liwat AY dilaporkan Sarjoni yang merupakan anggota BPD atas dugaan penganiayaan dengan Laporan Polisi nomor : STTLP/LP-B/ 45/ III/2019/SPK OKU tertanggal 12 Maret 2019 Pelapor Atas Nama Sarjoni.

“Tentunya hal ini sangat disayangkan, mestinya mereka tau tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kalau mereka (Kades dan BPD, red) tau tupoksi Insya Allah tidak akan terjadi hal demikian,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten OKU Ahmad Firdaus, saat dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp Kamis 14 Maret 2019, malam.

Disinggung masalah pembahasan mengenai musyawarah desa, Firdaus menjelaskan sebelum disahkan menjadi APBDes ada Rencana APBDes yang harus dimusyawarahkan dalam Musdes yang diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, termasuk Kades dan perangkat desa, serta perwakilan perempuan juga perwakilan penyandang disabilitas dengan kata lain semua unsur mestinya diundang dalam rapat dimasksud dan yang  mengundang atau inisiator rapat tersebut adalah Ketua BPD sedangkan, Pemerintah desa (Pemdes) memfasilitasi mengenai yang dibahas dalam rapat itu.

“Perencanaan pembangunan untuk tahun 2019 setelah program disepakati dalam rapat, nah disitulah  baru ditentukan program prioritas oleh tim perumus yang dibentuk oleh kades tentunya harus  disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan anggaran yang tersedia. Selain itu program tersebut harus disesuaikan dengan RPJMDes yang di jabarkan dalam RKP. Setelah semua sepakat baru dianggarkan dalam APBDes yang pengesahannya melalui peraturan desa antara pemerintah desa dalam hal ini kepala desa dan BPD. Kalau sudah ada Perdes menyangkut APBDES baru bisa dilaksanakan dan memang seperti itu prosedurnya,” paparnya.

“Iya, menyangkut masalah yang terjadi sekali lagi saya katakan hal ini sangat disayangkan antara kades dan BPD, dan kedepan tidak terjadi lagi hal demikian,” tulisnya melalui pesan WhatsApp. (Ariyan)

Kadin PMD

Penulis: 
    author

    Posting Terkait