Terpidana di Tulangbawang Diduga Masih Terima Gaji

ilustrasi

Menggala-Ada yang janggal di Pemerintah Kabupaten Tulangbaweang tentang keluarnya gaji terhadap pegawai negeri yang jadi terpidana 4 tahun, yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbwang Azilin Rizal.

Mentah pejabat  diduga masih menerima gaji sebagai pegawai negeri sipil (PNS), meskipun sudah divonis hukuman 4 tahun oleh Mahkamah Agung pada tahun 2013.

Azilin Rizal menjadi buronan kasus korupsi pengadaan topi hansip, buku, dan peralatan elektronik berhasil ditangkap Kejaksaan Tinggi Lampung beberapa hari lalu.

Meski sudah divonis Mahkamah Agung pada tahun 2013 selama 4 tahun penjara. Namun, Azilin tetap menjabat sebagai kepala dinas pendidikan di kabupaten setempat hingga 2014.

Kasubbid Disiplin Pegawai BKPP Kabupaten Tulangbawang Bagianto mengaku, tidak mengetahui secara persis kronologis kasus yang menjerat Azilin ketika itu.

“Maaf tentang status hukum pak Azilin saya kurang paham. Saya tahunya beliau pindah ke Pesawaran,” ujarnya,, Rabu (12/9).

Ia meminta waktu untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan bagian mutasi pegawai. Dia menjelaskan, PNS meskipun sudah dalam persidangan namun belum ada keputusan berkekuatan hukum tetap masih bekerja atau aktif.

Sementara Kejaksaan Negeri Way Kanan telah menerima pelimpahan 4 tersangka tindak pidana korupsi dari Unit Tipikor Polres Way Kanan. Yakni, 3 tersangka operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kasus pungli program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) atau Prona warga Tanjung kurung Lama, Kecamatan Kasui pada tahun 2017.

Dan penahanan terhadap 1 tersangka kasus pidana korupsi dana desa yang dilakukan PJ Kepala Kampung Tanjung Kurung Pasar, Kecamatan Kasui,  Way Kanan tahun 2016.

 

Kasi Pidsus Kejari Way Kanan Rendra, mengatakan usai melengkapi berkas pelimpahan tahap 2 dari penyidik unit Tipikor Polres Way Kanan dan surat penahanan. Maka  Kejaksaan langsu mengirim keempat tersangka tersebut ke Rumah Tahanan Wai Hui Provinsi Lampung.

 

“Untuk Kasus dana desa itu atas nama  Paisah Kaheri, seorang ASN PJ Kakam Tanjung Kurung Pasar, Kecamatan Kasui yang dalam berkas penyidikan Tipikor Polres Way Kanan terbukti melakupada pidanan korupsi dana desa tahun 2016. Dan mengenai kasus OTT Prona yakni, Asmarudin, Solehudin dan Sakiti,” ujar Rendra di ruang kerjanya, Rabu (12/09/2018).

 

Kasi Pidsus menjelaskan, pidana korupsi dana desa yang dilakukan PJ Kakam Tanjung Kurung Pasar itu diantaranya adanya temuan penyimpangan pada pekerjaan pembangunan infrastruktur dan penggelapan dana gaji perangkat kampung. Dari perbuatan itu Negara mengalami kerugia sekitar Rp390 juta.

 

Pada kasus OTT Prona yang dilakukan Tipikor Polres Way Kanan para tersangka sedang menerima penarikan dana dari masyarakat Kampung Tanjung Kurung Lama, Kecamatan Kasui pada program PTSL 2017 sebesar Rp700 ribu per sertipikat. Sebelumnya tersangka telah menerima uang yang sama dari 8 warga kampung setempat.

 

“Dimana dalam program PTSL atau Prona ini melalui Peratuan Bupati hanya sebesar Rp200 ribu. Sehingga 3 tersangka ini ditahan atas pungli dana PTSL kampung setempat pada tahun 2017,” pungkasnya. (mr)

 

 

Posting Terkait