Tertimpa Longsoran Penggerusan Bukit, Warga Garuntang Pasrah

Ilustrasi (istI

BANDARLAMPUNG, FS – Pemerintah Bandarlampung diduga telah mengesampingkan masyarakat ekonomi menengah kebawah dengan melegalkan praktek penggerusan bukit yang berlokasi di depan rumah dinas Wali Kota Bandarlampung, Herman HN dengan diduga akan disulap menjadi perumahan mewah.
Salah satu warga Garuntang, Bandarlampung yang enggan disebutkan namanya mengaku mengeluhkan adanya dugaan penggerusan bukit yang rencananya bakal disulap menjadi perumahan mewah dan disuguhkan pemandangan indah.
Namun, dibalik perumahan mewah yang telah menggerus bukit itu,  dikhwatirkan dapat mengakibatkan longsor dan bisa meluluhlantakan kediaman padat penduduk warga ekonomi menengah kebawah yang berada tepat dibawahnya.
“Kami khawatir tempat kami kembali tertimpa longsor yang pernah terjadi beberapa waktu lalu,” kata salah satu warga Bumi Waras, Bandarlampung yang enggan disebutkan namanya, Kamis, (23/3).
Dia merasa khawatir longsor akan kembali terjadi seperti kejadian tiga tahun lalu akibat curah hujan cukup tinggi sehingga bukit itu tidak mampu lagi menahan laju air, akhirnya mengakibatkan longsor yang menimpa pemukiman warga padat penduduk tersebut.
“Warga disini minta pertanggungjawaban ganti rugi dari pengembang perumahan itu, anehnya, mereka menyuruh untuk meminta ke pemkot Bandarlampung. Karena mereka telah menyerahkan uang itu ke pemkot Bandarlampung ,” jelasnya.
Kemudian, dia bersama warga mencoba mengikuti arahan dari pengembang tersebut, alhasil mereka mendapat uang ganti rugi dari pemkot Bandarlampung yang dinilai tidak sesuai dengan kerusakan akibat longsor.
“Tapi ya sudah, mau gimana lagi, kami juga tidak tahu harus mengadu kemana,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mempertanyakan peran pemkot Bandarlampung yang diduga telah mengamini praktek penggerusan bukit untuk perumahan mewah itu.
“Saya bingung kenapa pemkot diam saja. Mana mungkin pemkot tidak tahu dampak dari penggerusan bukit itu. Apalagi keberadaan bukit ini posisinya tepat didepan rumah dinas wali kota,”  ujarnya.
Sementara itu hal senadapun di sampaikan oleh warga lainnya, mengeluhkan atas sikap pemkot Bandarlampung yang dianggap telah berpihak pada kaum pemodal dibanding kepentingan publik.
Pasalnya, dengan dibangunnya perumahan dari penggerusan bukit yang diduga milik perseorangan itu merupakan bukti bahwa pemkot Bandarlampung telah merestui dugaan alih fungsi itu.
” Saya berharap pemkot Bandarlampung dapat segera meninjau dan menghentikan praktek pembangunan perumahan itu yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan longsor,” pungkasnya. (TM)

235 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment