Tiga BUMN Garap KEK Teluk Nipah Lampung

ist

BANDARLAMPUNG—Usulan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo untuk memasukkan Pantai Teluk Nipah, Lampung Selatan dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata akhirnya menjadi kenyataan. Tiga perusahaan BUMN yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, PT PP Tbk (PTPP), dan PT Patra Jasa akan bersinergi dalam pengembangan kawasan tersebut.

Dalam sinergi itu, PTPN VII bertindak sebagai pemilik lahan dan pemegang izin. Sedangkan PTPP sebagai pengembang dan kontraktor dan Patra Jasa akan berperan sebagai operator pengelola Kawasan Wisata Teluk Nipah.

Direktur Keuangan PTPP, Agus Purbianto mengatakan, pihaknya belum bisa menetapkan nilai investasi pengembangan kawasan wisata itu. Saat ini pihaknya sedang melakukan follow up perizinan dan feasibility study.

Baca Juga:  Pantai Teluk Nipah Diusulkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

”Kalau itu selesai kita baru tahu, proyek apa yang akan dibangun di sana dan berapa total investasinya,” kata dia, Selasa (14/11).

Agus menilai, pengembangan kawasan wisata Teluk Nipah tersebut akan prospektif sejalan dengan pembangunan infrastruktur ke wilayah Lampung saat ini yakni jalan tol yang merupakan bagian dari Trans Sumatera. Pasalnya lokasi Teluk Nipah ini berjarak 40 kilometer (km) dari kota Bandar Lampung dan 35 km dari Pelabuhan Bakauheni.

Direktur Keuangan Patra Jasa, Rizki P Hasan menambahkan, Teluk Nipah menarik dikembangkan menjadi destinasi wisata karena di dalamnya terdapat pantai berpasir sepanjang 1.800 meter (m) yang terhampar di tiga lokasi yaitu Pantai Sundul 400 m, Pantai Teluk Nipah 650 m, dan Pantai Marina 750 m.

Baca Juga:  PTPN VII Garap Kawasan Wisata Terpadu Teluk Nipah

“Tiga lokasi ini sangat cocok untuk menjadi hiking track dan selfie spot area,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung telah menyampaikan usulan memasukkan Pantai Teluk Nipah, Lampung Selatan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) secara langsung kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Mariani Soemarno.

Menurut Ridho, kawasan Pantai Teluk Nipah seluas 820,47 hektare (ha) tersebut sangat cocok masuk KEK Pariwisata yang dirancang bersama Kementerian Pariwisata.

Baca Juga:  PTPN VII Garap Kawasan Wisata Terpadu Teluk Nipah

“Saya ingin Pantai Teluk Nipah yang masuk dalam kawasan PTPN 7, juga masuk KEK agar potensinya tergali, karena pantai ini lebih indah dari Nusa Dua, Bali,” kata Ridho.

Ridho juga mengusulkan ke Menteri BUMN agar Pantai Teluk Nipah dikelola dan dialihkan ke Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Dia menilai, ITDC merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang banyak mengelola kawasan pariwisata terkenal di Tanah Air, seperti Nusa Dua, Bali dan Mandalika, Nusa Tenggara Barat.(*)

KEK Teluk Nipah teluk nipah

Posting Terkait