Trauma Tsunami, Warga Pesisir Lamsel Ramai-ramai Tolak Tambang Pasir GAK

Edi | Fajar Sumatera

LAMPUNG SELATAN – Ratusan warga Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), memulai mengumpulkan tanda tangan di Pelabuhan Canti, guna menolak pertambangan pasir di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), Senin (2/12). Aksi ini pun dikawal ketat petugas polres dan koramil setempat.

Juhariansyah, koordinator lapangan, mengatakan, aksi pembentangan kain putih bertajuk “Tolak Penambangan Pasir di Seputaran Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi” itu bentuk keprihatinan warga atas semena-menanya Pemerintah Provinsi Lampung menerbitkan izin penambangan pasir, tanpa memperhitungkan dampak lingkungan, seperti longsornya Gunung Anak Krakatau, yang memicu tsunami.

Baca Juga:  Tsunami di Lampung dan Banten Hoaks, BMKG Imbau Warga Tenang

“Umumnya warga pantai Lampung Selatan, masih trauma atas tsunami yang menewaskan ratusan orang di daerah sekitar dan Banten pada 28 Desember yang lalu. ESDM Provinsi Lampung mengeluarkan izin hanya untuk kepentingan sebuah perusahaan,” tegas dia.

Diketahui, aksi tanda tangan menolak penambangan pasir di Kawasan Krakatau dan Pulau Sebesi itu, akan digelar juga di Kalianda.

Baca Juga:  Nanang Serahkan Bantuan Kapal Bagi Nelayan Korban Tsunami

Sementara itu, menindaklanjuti hasil pertemuan bersama pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Komisi II DPRD akan kembali mengundang lembaga pemerhati lingkungan dan masyarakat Pulau Sebesi untuk rapat dengar pendapat.

Dalam hal ini, pihak dewan akan mempertanyakan sikap penolakan masyarakat dan pemerhati lingkungan terhadap izin pertambangan yang dimiliki PT LIP atau PT Lautan Indonesia Persada

Baca Juga:  Ternyata Anak Krakatau Juga Berbahaya

Ketua Komisi II DPRD Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menilai, aksi demonstrasi dan galang petisi tolak tambang PT LIP merupakan akumulasi protes masyarakat sehingga layak untuk didengar dan diperjuangkan .

Bahkan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD ini, bersama para koleganya berulang kali melontarkan statemen dan pertanyaan kritis hingga sensitif saat hearing berlangsung.(HER/EDI/BAM)

Pesisir Lamsel Petisi Tambang Pasir GAK Tsunami

Posting Terkait