Tri Susilowati: Pejabat BMBK yang Diperiksa Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Lampung Karena Persoalan Pengerjaan Jalan di Mesuji

Ir TIr Tri Susilowati: PNS PU-PR Lampung yang Diperiksa Kejaksaan Karena Dugaan Mark-Up Jalan di Mesujiri Susilowati: PNS PU-PR Lampung yang Diperiksa Kejaksaan Karena Kasus Dugaan Mark-Up Jalan di Mesuji

Kejati Lampung melakukan penyidikan umum untuk mendalami dugaan permasalahan pada pengerjaan ruas jalan Simpang Pematang-Brabasan di Kabupaten Mesuji. Hal ini diterangkan oleh Tedi Nopriadi dan Ari Wibowo (dari kanan ke kiri). Foto: Tinus Ristanto/Fajar Sumatera.

Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melakukan pemeriksaan terhadap Tri Susilowati, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) karena diduga ada permasalahan dalam pengerjaan ruas Jalan Simpang Pematang-Brabasan di Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2016.

Tri Susilowati yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada tahun 2016 ini, sedianya diperiksa pada Jumat, 14 Februari 2020. Ia diminta untuk menghadap Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan pada Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Lampung, Tedi Nopriadi dalam rangka menjalani proses penyidikan.

Saat kami konfirmasi tentang peristiwa ini, Tedi Nopriadi membenarkannya. Ia mengatakan perkara tersebut sudah pada tahap penyidikan umum. Ia memastikan belum ada orang yang dijadikan tersangka pada perkara ini.

Selama kami melakukan sesi tanya jawab, Tedi Nopriadi mengatakan bahwa perkara tersebut masih didalami oleh penyidik. Kejati Lampung, ujar Tedi masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan dan Pembangunan Keuangan (BPKP) Perwakilan Lampung.

“Jadi terkait pemeriksaan itu, kami sedang melakukan penyidikan umum. (Penyidikan itu_read) Terkait dengan pembangunan jalan Brabasan di Kabupaten Mesuji. Masih penyidikan umum, belum penyidikan khusus. Karena Dik (penyidikan) kan ada dua. Setelah dilakukan penyidikan umum, (jika) mau penyidikan khusus kalau mau ada penetapan tersangka,” ujar Tedi didampingi Kasi Penerangan Hukum pada Kejati Lampung Ari Wibowo saat kami temui di Ruang Pemeriksaan Pidsus Kejati Lampung, Kamis, 20 Februari 2020.

“Karena masih penyidikan umum, (maka) belum ada tersangka. Proses masih berjalan. (Kejati_read) Masih menunggu hasil dari BPKP, auditnya. Sembari menunggu itu, kami melengkapi pemeriksaan saksi-saksi lain,” lanjutnya.

Pengerjaan jalan yang diduga bermasalah itu diketahui dikerjakan oleh PT Lince Romauli Raya dan PT Lampung Mandiri Multi Kencana. Anggaran untuk pengerjaan jalan senilai Rp80 miliar tersebut adalah hasil pinjaman dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Kami telah mencoba meminta klarifikasi ke nomor pribadi Tri Susilowati dengan nomor 0821-3960-xxxx tentang pemeriksaannya di Kejati Lampung. Namun Tri Susilowati tidak memberikan jawaban saat kami ajukan pertanyaan.

Sebagai catatan, kami masih mengupayakan sejumlah permintaan konfirmasi kepada pihak-pihak yang dimuat dalam konten berita ini. (Ricardo)

Posting Terkait