Tukang Nasi Uduk Gagal Kawin

Agui

Agui

BANDARLAMPUNG-Sekarang jaman era gombalisasi makin mudah. Saking gampangnya, tukang nasi uduk yang biasa mangkal di Tanjungkarang ini bisa dapat pacar lewat facebook. Tapi, dia seperti terjebak karena pacarnya yang diperoleh lewat medsos itu ternyata masih bersuami.

Ilmu apa sekarang bisa diunduh lewat internet, termasuk cara-cara dapat gebetan baru. Dimulai dengan cating-catingan, dua mahkluk berlawanan jenis bisa bertemu di dunia maya, lalu kemudian dilanjutkan di dunia nyata.

Kadang ketemu pasangan yang jujur, tapi banyak pula yang sekedar penipuan. Katanya perawan ting-ting, nggak tahunya di rumah sudah ada suami yang suka tingkrang-tingkring (naik melulu).

Tukang nasi uduk, sebut saja Darto, rupanya termasuk lelaki yang tak mau ketinggalan mode. Biar kerjanya bikin nasi campur telur, dia juga ahli main internetan. Jika sudah main cating di warnet, lupa deh dengan pekerjaan aslinya. Dia terus asyik berdialog lewat dunia maya, dengan perempuan kenalannya, sebut saja Darti, yang mengaku tinggal di Bandung.

Ini memang pacaran gaya murah meriah. Dari Bandung ke Lampung bila didatangi langsung, bisa habis uang jutaan. Tapi lewat FB, paling-paling habis goceng. Apalagi sekarang banyak paket kuota murah.

Inilah kemudian penyakit umumnya kaum lelaki. Bila sudah merasa akrab lewat dunia maya, kepengin pula ketemu langsung di dunia nyata. Benar nggak lawan FB-nya itu cantik? Jangan-jangan pinjam foto orang. Ketika Darti diundang ke Lampung, ternyata dia tak keberatan. Tentu saja Darto gembira bukan buatan.

Dia bakal ketemu doi yang selalu dibayangkan selama ini. “Jika cantik dan sesuai dengan selera, dari koalisi perlu dilanjutkan dengan eksekusi,” begitu tekad si tukang nasi uduk.

Lima bulan lalu benar-benar Darti ke Lampung naik pesawat, lalu dilanjutkan dengan. Ketika ketemu langsung baik Darti maupun Rahmad sama-sama cocok. Karena foto-foto yang dikirim lewat dunia maya, seindDarto. Cantik di internet, cantik pula di dunia nyata. Darto pun makin kesengsem. Ibaratnya sebuah duren, ingin rasanya dia segera mbelah.

Tepat seperti rencana semula, Darto menginginkan “koalisi” ini secara permanen, sehingga bisa dilanjutkan dengan eksekusi. Ternyata Darti juga tidak keberatan. Entah bagaimana caranya, keduanya pun menikah. Tapi karena katanya di Bandung punya pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, Darti kembali lagi ke kota asal. Dengan berat hati si tukang nasi uduk melepaskan.

Istri yang baru beberapa hari dinikahi itu pun segera kembali ke Lampung. Sebagai pengantin baru, tentu saja tak bisa lama-lama pisah dengan pasangan. Maklum, kemarin “test drive” baru bebera kali, sehingga Darto merasa belum lancar benar. Tapi untuk segera menyusul ke sana, penghasilannya sebagai tukang nasi uduk tak bisa mengejarnya. Naik pesawat yang murah sekalipun, minimal di kantong harus ada Rp 3-4 juta, karena nantinya harus memboyong sekalian Darti tercinta.

Karena keterbatasan anggaran tersebut, Darto harus banyak menabung. Walhasil baru bulan April 2018 ini dia bisa menyusul Darti ke Bandung. Begitu ketemu langsung saja sang istri dibawa untuk segera kembali ke Lampung. Tapi celaka tiga belas, baru turun dari taksi Darto sudah dicegat orang, yang ternyata suaminya Darti.

Akhirnya Darto batal memboyong bininya ke Lampung. Sebab, sang suami meminta Darto untuk meninggalkan bininya.

 

853 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan