Uang yang Diduga Diberikan ke Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung Era Eko Mei Lebih Dari Rp440 Juta

Uang yang Diduga Diberikan ke Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung Era Eko Mei Lebih Dari Rp440 Juta

Ilustrasi serah terima uang. Foto: istimewa

Bandar Lampung – Ada dua buah buku yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Fria Apris Pratama. Buku milik Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga pada Dinas PU-PR Lampung Utara ini berisi catatan tentang aliran uang yang diduga diberikan kepada sejumlah pihak dari tahun 2015 sampai 2019, salah satunya: kepada oknum Aparat Penegak Hukum (APH) bernama AKBP Eko Mei Probo Cahyono.

Saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang Kelas 1A, Senin, 16 Maret 2020 kemarin, Fria Apris Pratama mengungkapkan aliran uang yang diduga pernah diberikan kepada Kasubdit III Tipikor pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung AKBP Eko Mei.

Baca Juga:  KPK: Jangan pilih calon kada yang menggunakan politik uang

Dari catatan miliknya, ia mengklaim telah memberikan uang sebanyak Rp440 juta kepada Eko Mei yang mana pemberian uang itu diakuinya atas perintah dan arahan terdakwa Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif Syahbudin. Uang yang diberikan itu, pernah dilakukannya sendiri, atau ditemani oleh Syahbudin.

Dalam keterangan Fria, pemberian uang itu dilakukannya sejak bulan Januari 2019. Jika dilihat ke belakang, AKBP Eko Mei menjabat sebagai Kasubdit III Tipikor pada Ditreskrimsus Polda Lampung sejak Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto melakukan rolling tertanggal 1 November 2018. Saat itu AKBP Eko Mei adalah satu dari 133 anggota Polri yang dimuat dalam TR Nomor ST/850/IX/2018.

Baca Juga:  Empat Partai Berikut Jalin Koalisi Dukung Petahana di Pilkada Lampura

“Di Januari 2019, saya antar duit Rp40 juta. Bulan Mei ada Rp70 juta. Bulan Agustus itu ada Rp35 juta. Seingat saya semua itu ada Rp440 juta ,” kata Fria Apris Pratama dalam sidang kasus korupsi suap fee proyek pada Dinas Perdagangan dan Dinas PU-PR Lampung Utara.

Namun keterangan Fria Apris Pratama berubah tentang berapa banyak jumlah uang yang diduga sampai ke tangan AKBP Eko Mei. Lantaran, suatu waktu ia pernah diperintahkan Syahbudin untuk mengantarkan bungkusan berisi uang yang sama sekali tidak diketahui jumlahnya berapa.

Baca Juga:  Kalimat TPPU yang Diralat Dinilai Sebagai Pesan Khusus Dari Hakim PN Tipikor Tanjungkarang Kepada KPK

“Saya lupa kapan waktunya, waktu itu saya bertemu di pom bensin, saya nggak tahu jumlahnya berapa. Pernah juga lagi nganter uang, tapi saya nggak tahu jumlahnya,” ucapnya.

Ketidaktahuan terhadap jumlah uang yang diduga diberikan ke AKBP Eko Mei itu beralasan. “Saya nggak tahu karena uang itu langsung saya terima dari pak Syahbudin. Saya cuma diperintah untuk nganter aja ke pak Eko (AKBP Eko Mei_read),” jelasnya. (Ricardo)

Agung Ilmu Mangkunegara AKBP Eko Mei KPK

Posting Terkait