Ubah Isi Pancasila, Remaja Ini Berurusan Dengan Polisi

Foto: Muhammad Aminudin

Malang – Seorang remaja putri di Malang tersandung masalah gara-gara postingan di akun facebooknya. Dia menulis Pancasila versi baru, dan menjadi viral.

VAM, remaja putri baru berusia 14 tahun itu, akhirnya meminta maaf atas perbuatannya.

“Sudah didatangi anggota, bersama tiga pilar termasuk di dalamnya pemerintah desa. Yang bersangkutan telah meminta maaf atas postingan di media sosial yang menjadi viral,” ujar Kapolsek Kepanjen Kompol Bindriyo seperti dilansir detik.com, Senin (22/1/2018).

Bindriyo menyebut, melalui akun Khenyott Dhellown, VAM merubah isi sila dari dasar negara Indonesia. Postingan yang belum 24 jam itu pun banyak mengundang reaksi netizen.

“Dalam postingannya merubah sila yang ada di Pancasila. Lengkap dengan urutan nomor. Banyak reaksi, dan kami bersama tiga pilar akhirnya mencari identitas asli dari pemilik akun itu,” kata Bindriyo dalam sambungan telepon.

Hasil penyelidikan terungkap pemilik akun Khenyott Dhellown adalah VMA, remaja protolan SMP yang tinggal bersama neneknya di Desa Tegalsari, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Rumahnya Tegalsari, sudah didatangi mengaku pemilik akun dan meminta maaf,” papar Bindriyo.

Dalam postingannya, Khenyott Dhellown menulis ‘hee rekk pancasila saiki ono seng anyar : 1. Kenalan disik 2. Pacaran 3. Sex 4. Meteng 5. Mbayii’.

Tak lama, postingan itu banyak dibagikan hingga menjadi viral. “Dari keterangannya, yang bersangkutan mengaku status atau postingan ditulis oleh teman prianya saat nongkrong di sebuah warung kopi wilayah Turen, malam kemarin. Jadi yang bersangkutan mengaku baru mengetahui setelah ramai atau viral,” tutur Bindriyo.

Kapolsek sedikit membeberkan profil VMA, merupakan remaja putri tinggal bersama neneknya dan tak tamat sekolah tingkat SMP. “Ibunya meninggal, bapaknya merantau luar pulau. Tinggal hanya bersama neneknya,” kata Bindriyo.

Sampai saat ini, penanganan hanya sebatas klarifikasi bersama tiga pilar. Polisi belum menerima laporan resmi terkait postingan VMA yang kini telah terhapus itu.

VMA pun mengisi surat pernyataan terkait permintaan maaf dan tak mengulangi kembali perbuatannya. “Bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk hati-hati dalam penggunaan medsos,” tandas Bindriyo. (net/hp)

Remaja Berurusan Dengan Polisi

Posting Terkait