UMP 2018 Diharapkan Bisa Mendorong Daya Beli Masyarakat

Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11). Para buruh mendesak Pemprov DKI Jakarta melakukan revisi UMP 2018 DKI Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta – Upah minimum provinsi (UMP) 2018 mulai berlaku pada 1 Januari. Ada kebijakan UMP 2018 diharapkan bisa mendorong daya beli masyarakat, khususnya buruh.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, selama ini kenaikan upah minimum terus terjadi setiap tahun. Sejak 2016, kenaikan UMP telah disesuaikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Sejauh ini peningkatan upah kita terus jadi setiap tahun, dan peningkatan upah itu sudah mengakomodasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujar dia di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Oleh sebab itu, lanjut Hanif, kenaikan UMP ini dinilai akan mendorong daya beli masyarakat pada 2018. Sebab, kenaikan upah minimum tersebut lebih besar dari tingkat inflasi.

“Saya kira kontribusi peningkatan upah terhadap daya beli masyarakat cukup tinggi. Karena upahnya naik dan naiknya melebihi inflasi,” ujar dia, seperti dilansir dari liputan6.com.

Berikut daftar UMP 2018 :

  1. Aceh sebesar Rp 2.717.750, naik Rp 217.750 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 2.500.000
  2. Sumatera Utara sebesar Rp 2.132.188, naik Rp 170.833 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.961.354
  3. Sumatera Barat sebesar Rp 2.119.067, naik Rp 169.782 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.949.284
  4. Bangka Belitung, sebesar Rp 2.755.443, naik Rp 220.770 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 2.534.673
  5. Kepulauan Riau, sebesar Rp 2.563.875, naik Rp 205.421 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 2.358.454
  6. Riau, sebesar Rp 2.464.154, naik Rp 197.431 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 2.266.722
  7. Jambi, sebesar Rp 2.243.718, naik Rp 179.769 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 2.063.948
  8. Bengkulu, sebesar Rp 1.888.741, naik Rp 151.328 atau 8,71 dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.737.412
  9. Sumatera Selatan, sebesar Rp 2.595.995, naik Rp 207.995 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 2.388.000
  10. Lampung, sebesar Rp 2.074.673, naik Rp 166.225 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.908.447
  11. Banten, sebesar Rp 2.099.385, naik Rp 168.205 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.931.180
  12. DKI Jakarta, sebesar Rp 3.648.035, naik Rp 292.285 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 3.355.750
  13. Jawab Barat, sebesar Rp 1.544.360, naik Rp 123.736 atau 8,71 dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.420.624
  14. Jawa Tengah, sebesar Rp 1.486.065, naik Rp 119.065 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.367.000
  15. Yogyakarta, sebesar Rp 1.454.154, naik Rp 116.508 atau 8,71 persen dibandingkan UMP 2017 yang sebesar Rp 1.337.645

(net/hp)

UMP 2018

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan