Ungkapan LBH Bandar Lampung Soal Pengamanan Pendemo yang Dilakukan Polisi

Ungkapan LBH Bandar Lampung Soal Pengamanan Pendemo yang Dilakukan Polisi

Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Mulyawan. Foto: Ricardo

Fajar Sumatera – Lembaga Bantuan Hukum [LBH] Bandar Lampung mengungkapkan peristiwa pengamanan yang dilakukan Polresta Bandar Lampung kepada sejumlah pendemo yang menolak Omnibus Law. Pengamanan itu diketahui berlangsung pada tanggal 7 sampai 8 Oktober 2020.

Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Mulyawan mengatakan pihaknya sempat membuka posko pengaduan bagi para pendemo yang diamankan petugas kepolisian.

Dalam perjalanannya, LBH mengetahui ada 19 orang yang diamankan oleh pihak kepolisian. Pada tanggal 7 Oktober 2020, LBH melakukan pengecekan ke Polresta Bandar Lampung. Namun pada saat itu, LBH tidak mendapat akses untuk mengetahui atau melihat mereka yang diamankan polisi.

Baca Juga:  Tim Safari Ramadan Polda Lampung Kunjungi Lambar

“Di tanggal 7 sampai 8 Oktober 2020, ada 19 orang yang diamankan. Ada mahasiswa dan pelajar. Tanggal 7 Oktober malam, kita nggak bisa melihat kondisi mahasiswa yang diamankan,” ujar Chandra Mulyawan saat mengikuti dialog mempertanyakan aksi sweeping dan represif aparat di aksi tolak UU Cipta Kerja di Fajar Surya Televisi, Rabu malam, 14 Oktober 2020.

Baca Juga:  Polda Lampung Cokok Dua Pasutri Pengedar Narkoba

Chandra Mulyawan menambahkan, pihak kepolisian memiliki kewenangan untuk melakukan penahanan dalam waktu 1×24 jam.

”Secara formil memang kita belum memegang hak kuasa untuk melakukan pendampingan,” tutur dia.

Meski begitu, LBH memiliki tujuan agar informasi yang sampai ke publik tidak simpang siur terkait pengamanan sejumlah orang pasca demonstrasi.

Berdasarkan informasi yang diterima LBH, ada 19 orang yang diamankan. Pada hari berikutnya, LBH mengetahui orang-orang yang diamankan itu telah dibebaskan.

Baca Juga:  Polda Lampung Siap Antisipasi Gangguan Kamtibmas

“Ada 19 orang itu sudah dipulangkan dari informasi yg kita terima. Memang ada mekanisme 1×24 jam yang merupakan hak polisi untuk melakukan penahanan,” ucapnya.

“Sebenarnya secara kewenangan polisi punya hak. Kami sampaikan ke polres, kami sebenarnya ingin tahu siapa-siapa yang diamankan supaya jangan isunya melebar. Ini untuk menghidari informasi yang salah di publik,” timpalnya.

Reporter: Ricardo Hutabarat

LBH Bandar Lampung Omnibus Law Polda Lampung Polresta Bandar Lampung

Posting Terkait