Vendor Pringsewu Expo 2019 Diduga Dikondisikan

PRINGSEWU – Perhelatan Pringewu Expo 2019 yang baru sekitar 15 hari usai dilaksanakan, ternyata menyisihkan sejumlah masalah, utamanya berkaitan dengan masalah pihak ketiga yang ditunjuk oleh Pemkab Pringsewu sebagai penyelenggara.

Pasalnya, terkuak dugaan adanya “pengkondisian” yang dilakukan oknum pejabat terhadap vendor tertentu dalam urusan penujukan langsung penyedian barang dan jasa dalam perhelatan Pringsewu Expo 2019 tersebut.

Selain itu, kegitan Pringsewu Expo yang menjadi bagian dari kegiatan memeriahkan HUT Ke-10 Kabupaten Pringsewu ini, anggrannya juga cukup fantastis yakni sebesar 1,3 miliyar. Sayangnya, dari besaran anggaran yang dialokasikan, belum sepenuhnya bisa “meterjemahkan” apa yang menjadi “sasaran dan target” yang hendak dicapai oleh Pemkab Pringsewu berkaitan dengan promosi potensi yang ada.

Fristiana Yogi Anugrah, Kabag Pengembangan Ekonomi Setdakab Pringsewu selaku penanggungjawab kegiatan “Pringsewu Ekspo 2019” saat dikonfirmasi menjelaskan, penyelenggaraan Pringsewu Expo 2019 berbeda dengan Pringsewu Expo tahun 2018.

“Di Pringsewu Ekspo 2019 ini, kita tidak menggunakan EO, tapi menggandeng vendor yang memiliki spesifikasi. Untuk stand OPD dan lembaga vertikal, kita gratiskan untuk pengadaan sewa tendanya,” ucap Yogi, Jumat (29/03/2019).

Baca Juga:  Oknum PolPP Tarik Uang Parkir Pringsewu Expo

Menurut Yogi, ada lima (5) vendor yang digunakan dalam penyelenggaraan Pringsewu Expo 2019. Kelima vendor ini, sebagai penyedia jasa professional yang memiliki spesifikasi.

“Lima vendor ini, masing-masing bergerak di bidang suplayer. Salah satunya, kita menggunakan jasa global futurindo”, ucap Yogi.

Dari anggaran sebesar 1,3 miliar sebut Yogi, digunakan untuk serangkaian rapat-rapat persiapan dan pematangan acara tahunan tersebut. Selain itu, untuk sewa tenda sarnifal yang digunakan untuk stand-stand dan tenda konvesional, panggung utama, honor panitia, batik resmi pringsewu expo, makan minum, sound system, doorprize, dan rangkaian kegitan lainnya.

“Rapat-rapat yang kita laksanakan sejak 23 Maret sampai 30 Maret 2019,” ungkap Yogi.

Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran wartawan media ini di lapangan dan penjelasan dari sejumlah narasumber menyebutkan, “Global” merupakan salah satu vendor yang ditetapkan sebagai pemenang penyedia barang dan jasa dalam penyelenggara Pringsewu Expo tahun 2017.

“Global itu EO Pringsewu Expo 2017, dan tahun ini juga dipercaya untuk Pringsewu Expo 2019,” ucap “H”, salah seorang narasumber yang meminta namanya untuk dirahasiakan,  Jumat (12/04/2019).

Baca Juga:  Banyak Kantung Parkir Ilegal di Pringsewu Expo

“H” menerangkan kepada wartawan, untuk rapat kegiatan pra Pringsewu Expo tesebut semuanya menggunakan nota dinas yang di akomodir oleh Bagian Umum sekrtariat Pemda Pringsewu.

“Agar lebih jelasnya silahkan konfirmasi dengan bu Ani Sundari selaku Kabag Umum, karena, yang saya tahu seperti itu,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Dini Pepilina, salah seorang “vendor” yang berhasil dikonfirmasi dan dimintai klarifikasinya via ponsel genggamnya membenarkan, kalau CV Mitra Karya 77 sebagai penyedia barang dan jasa dalam kegiatan “Pringsewu Expo 2019”.

“Ya, benar. Saya salah satu vendor di kegiatan pringsewu expo 2019 atasnama mitra karya 77. Tapi, masih ada vendor yang lain selain saya mas. Untuk lebih jelasnya, kita ketemu saja mas, tapi sekarang saya masih di bandarlampung,” ucap Dini.

Stand Milik Swasta ditarik Biaya

Penelusuran lain yang dilakukan wartawan media ini, didapati adanya sejumlah stand milik swasta yang ditarik biaya sewa stand dengan harga bervariasi. Hal itu seperti dikemukakan, salah seorang karyawan dari PT Lautan Teduh Cabang Pringsewu.

Baca Juga:  Dugaan Pengondisian Vendor Pringsewu Expo 2019 Terkuak

Menurut Irwan, di kegiatan Pringsewu Expo 2019, Dealer PT Lautan Teduh menyewa tenda sarnafil sebanyak empat (4) unit.

“Untuk harga satu tendanya, dikenakan tarif sebesar 4 juta rupiah, dengan potongan harga sebesar 800 ribu. Kami juga diminta kontribusi door prize untuk kegiatan jalan sehat,” ungkap Irwan.

Selain itu sambung Irwan, Pemkab Pringsewu melalui panitia HUT Ke-10, membeli motor melalui PT Lautan Teduh sebanyak delapan (8) unit, dengan harga Rp13 juta per unit motor-nya.

“Kedelapan motor yang dibeli pihak panitia, statusnya off the road (tanpa STNK dan BPKB kendaraan)”, terang Irwan.

Sementara, Dalam Launching HUT Ke-10 Kabupaten Pringsewu, Jumat (01/02/2019). Bupati Pringsewu melalui Setda setempat, menjawab pertanyaan dari awak media terkait pengelolaan parkir bagi pengunjung Pringsewu Expo dan MCK.

“Semua pengunjung Pringsewu Expo 2019 digratiskan tidak dipungut biaya,”tegas A. Budiman Setda Kabupaten Pringsewu saat Menjawab pertanyaan didepan para awak media dan kepala OPD yang hadir. (DN)

Pringsewu Expo 2019

Posting Terkait