Visi Misi Cagub Cenderung Alat Mobilisasi

BANDARLAMPUNG – Para calon Gubernur (Cagub) Lampung mulai mensosialisasikan diri dengan visi dan misi indah ke masyarakat Lampung.

Pengamat politik Unila Syarif Mahya menilai, semakin banyak Cagub yang ikut dalam pesta rakyat tersebut. Visi misi baik calon kepala daerah maupun calon Gubernur cenderung hanya untuk alat memobilisasi dukungan politik.

“Dalam realisasinya nanti sulit diimplementasikan karena tidak terukur, berbenturan dengan birokrasi pemerintahan,  keterbatasan anggaran, keterbatasan sumberdaya dan akuntabilitasnya rendah. Sehingga visi misi yang awal diindah-indahkan akan perlahan terabaikan,” paparnya, Senin (29/5).

Baca Juga:  Jika Calon Gubernur Didiskualifikasi, Digantikan Calon dengan Peringkat Terbesar Kedua

Lanjutnya, seharusnya visi dan misi adalah produk kajian yang melibatkan stakeholders bukan dipersepsikan oleh kepentingan calon kepala daerah. Bahkan, Dosen Universitas Lampung ini menegaskan, visi misi harus dijabarkan dalam program program yang nyata kelayakan implementasinya, terukur dari aspek politik, ekonomi, administrasi dan aspek teknis lainnya.

“Diharapkan nanti siapapun yang terpilih bisa benar-benar menjalakan program kerja dengan baik. Sehingga masyarakat bisa merasakan perubahan pembangunan khusunya dalam insfratuktur dan perekonomian,” ujarnya.

Baca Juga:  PDIP Lamsel Gelar Konsolidasi Jelang Pilkada

Menurut Syarif, untuk penilaian, hanya masyarakat yang bjaa menila. Karena, berbagai informasi saat ini masyarakat sudah bisa menilai.

“Informasi juga tidak bisa diterima secara langsung. Pahami terlebih dahulu baru bisa dimengerti. Jadilah masyarakat cerdas dan tidak terpengaruh dengan rayuan visi misi,” tandasnya.(ZN)

Pilkada

Posting Terkait