Wacana Pencabutan Subsidi Elpiji Melon Ditanggapi Beragam

Santi | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Pemerintah berencana mencabut subsidi gas ukuran 3 kilogram pada Juni tahun ini.

Sebagai gantinya, rakyat miskin mendapat kompensasi uang tunai atau bantuan langsung tunai (BLT).

Kebijkan tersebut dinilai lebih tepat sasaran ketimbang membiarkan subsidi yang ternyata selama ini memiliki celah dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat mampu.

Baca Juga:  Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji 3 kg

Di pasaran harga gas melon tersebut Rp16.500 pada tingkat agen atau sejumlah SPBU Bandarlampung.

Sedangkan di pedagang pengecer menjadi Rp25 ribu per tabungnya.

Wacana tersebut direspon berbeda oleh masyarakat. Ada yang menolak atau bahkan sebaliknya.

Mereka meminta pemerintah membuat data lengkap supaya pencabutan subsidi ini tepat sasaran.

Salah satunya Endang, pedagang batagor di Jalan Pemuda, depan Candra, yang mengaku bahwa dengan adanya pencabutan subsidi elpiji 3 kg harusnya pemerintah membuat data lengkap terhadap siapa saja yang mendapatnya.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Selidiki Langkanya Gas Elpiji 3 Kg

“Menurut saya harusnya adanya pendataan lengkap untuk mendata siapa saja yang berhak mendapatkanya, lebih bagus lagi ditiadakan sekalian saja. Tidak tepat sasaran,” ungkap Endang, Sabtu (18/1).

Endang juga berharap agar pemerintah harus terjun langsung kelapangan untuk melihat pemakaian gas subsidi saat ini.

“Kalau bisa memantau langsung pemakaian gas subsidi terutama untuk pedagang saat ini,” tambahnya.(ISN/SAN)

Baca Juga:  Pertamina Bantah Kurangi Suplai Gas

 

elpiji 3 kg Harga Elpiji 3 Kg Naik

Posting Terkait