Wagub Diarak Masyarakat Adat

Wakil Gubenur Lampung Bachtiar Basri Ngaghak Adat Lappung Pesisir.

GEDONGTATAAN – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Bachtiar Basri diarak dengan pakaian adat Ngaghak Adat Lappung Pesisir oleh masyarakat Gedung Dalom, Pesawaran, Rabu (7/2/2018).

“Hal ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan yang diberikan masyarakat Pesawaran terhadap saya,” kata wagub, saat meresmikan Pembangunan GSG  serta Posyandu Program Gerbang Desa Saburai 2017 di Desa Gedungdalom, Waylima, Pesawaran.

Gerbang Desa Saburai merupakan program unggulan Pemprov yang sudah dirasakan manfaatnya. Prioritas program itu desa tertinggal agar dapat maju dan berkembang.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah yang tertuang dalam Nawacita ke-3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

Sekian banyak persoalan yang dihadapi oleh desa, pemprov secara sadar dan memahami bahwa dibutuhkan sebuah terobosan untuk membantu pembangunan desa.

Baca Juga:  Gamolan Institute Mediasi Konflik di Pesbar

Melalui program Gerbang Desa Saburai yang telah digulirkan selama tiga tahun secara berturut-turut, menjadi instrumen yang penting dalam memberikan gairah desa dalam membangun teritorinya.

“Sehingga secara gradual nantinya kebutuhan dasar masyarakat di segala bidang dapat terpenuhi,” kata wagub.

Harapan ke depan pembangunan itu ada beberapa tertib yang dilakukan dengan tertib administrasi desa, tertib administrasi pertanahan, tertib kesehatan.

“Dan itu akan kita programkan ke depan supaya lebih baik lagi kemudian masalah budaya mudah mudahan ke depan lebih mendapat perhatian. Saya bangga Pesawaran di bawah bupati dan wakil bupati (Dendi Ramadhona dan Eriawan) menjadi lebih maju,” ujar wagub.

Baca Juga:  Gamolan Institute Mediasi Konflik di Pesbar

Wakil Bupati (Wabup) Pesawaran Eriawan berharap program Gerbang Desa Saburai bersifat sustainable atau berkelanjutan. Pembangunan yang berkesinambungan menjadi salah satu faktor yang penting.

Karena pembangunan tidak hanya dilakukan dalam satu periode, dibutuhkan suatu kesinambungan sehingga terjadi pemerataan yang terukur dalam mendorong tercapainya kesejahteraan dalam masyarakat desa baik itu dimasa kini ataupun masa mendatang.

“Kami yakin bahwa komitmen pemprov terhadap program ini akan tetap berlanjut dan menjadi instrumen penting dalam pembangunan desa di Lampung secara umum, khususnya di Pesawaran,” ujar Eriawan.

Masyarakat Pesawaran, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dan wakilnya atas perhatian yang sangat besar kepada masyarakat Pesawaran melalui program Gerbang Desa Saburai.

Baca Juga:  Gamolan Institute Mediasi Konflik di Pesbar

Tanpa dukungan pemprov maka sejatinya pembangunan daerah akan sedikit tertatih. Program Gerbang Desa Saburai adalah salah satu suplemen yang signifikan bagi pembangunan daerah Pesawaran khususnya di entitas desa.

Bantuan

Alokasi Dana untuk Gerbang Desa Saburai Pesawaran 2017 senilai Rp4,8 miliar untuk 20 desa. Dan, pada 2018 senilai Rp2,24 miliar untuk 21 desa. Alokasi Dana GDS 2017 tersebut diberikan kepada 20 desa yang dibangunkan sarana/prasarana yang dibutuhkan masyarakat sesuai prioritas padad IKD.

Yaitu, sarana jalan 8.410 M, TPT 855 M, jembatan 2 Unit, gorong-gorong 7 Unit, drainase 1.074 meter, Ruang Terbuka Publik Pendukung Pariwisata, sumur bor 8 Unit, los pasar 1 Unit, posyandu 1 unit, irigasi 215 meter serta prasarana air bersih bak penampung 10 unit dan pipa 1.850 meter.(*)

masyarakat adat wagub diarak

Posting Terkait