Wakil Bupati Tuba Serahkan 200 Sertifikat

MENGGALA – Wakil Bupati Tulangbawang Hendriwansyah serahkan 200 buku sertifikat perumahan kepada masyarakat kampung Ringgin Sari, kecamatan Banjar Margo.

Menurut Hendriwansyah, buku sertifikat perumahan tersebut merupakan bantuan dari kementerian Agraria Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2017 lalu melalui program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).

Hal tersebut kata Hendriwansyah, dilaksanakan secara massal oleh pemerintah, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hak dan kepemilikan secara utuh.

“Pensertifikatan tanah secara massal bertujuan untuk memberikan legalitas hak dan kepemilikan terhadap masyarakat sehingga menghindari terjadinya konflik atau sangketa antar masyarakat, apalagi di tulangbawang sangat rentan, sering terjadi berbagai persoalan menyangkut hak dan kepemilikan, dengan telah dibuatkan sertifikat, artinya hak kepemilikan masyarakat menjadi jelas karena telah diakui oleh negara, ” papar Hendriwansyah.

Baca Juga:  Endro S. Yahman Serahkan 1.130 Sertifikat Tanah ke Warga Pagelaran Utara

Bahkan lanjut Hendriwansyah program Prona adalah program yang sangat membantu masyarakat, karena dalam program tersebut seluruh biaya pembuatan sertifikat ditanggung oleh Negara.

Oleh sebab itu Hendriwansyah menghimbau agar seluruh masyarakat se Tulangbawang dapat memenfaatkan program Prona dengan turut serta mendaftarkan hak kepemilikan masing-masing untuk dibuatkan sertifikat.

“Walaupun kuota terbatas bagi warga yang belum ada sertifikat segera daftarkan kepada panitia masing-masing kampung agar dibuatkan sertifikat, dengan begitu kelak tidak akan ada lagi polemik tentang hak kepemilikan. Kedepan masyarakat Tulangbawang akan merasa aman dan nyaman terhindar dari konflik hak dan kepemilikan tanah, ” imbuhnya.

Baca Juga:  Jokowi Ingatkan Bahaya Gadai Sertifikat

Sementara salah satu warga Ringgin sari, Parno, mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Tulangbawang dan Kementerian ATR-BPN yang telah membantu warga dengan memberikan sertifikat perumahan terhadap warga setempat.

Memurut Parno, dengan telah dibuatkan sertifikat perumahan terhadap dirinya dan warga lainya, otomatis hak dan kepemilikan masing-masing warga menjadi jelas.

“Dulu kami sering di datanggi oknum yang mengaku pemilik tanah yang telah kami bangun rumah, bahkan karena takut, persoalan menjadi panjang  kami memberikan sejumlah uang, sekarang Alhamdulillah kami tidak lagi takut adanya ganguan dari oknum tersebut, karena hak dan kepemilikan sudah jelas karena telah ada sertifikatnya,” beber Parno diamini oleh sejumlah warga lainya. (Fs-Mr)

Baca Juga:  Agung Bagikan 1.763 Sertifikat

Sertifikat

Posting Terkait