Warga Bandarlampung Masih Suka BAB Sembarangan

Josua | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG – Wash Advisor SNV, Bambang Pujiatmoko, menyebutkan, Kota Bandarlampung membutuhkan sebuah gerakan masif agar terbebas dari buang air besar sembarangan (BAB) atau open defecation free (ODF).

Hingga saat ini, Bandarlampung, sebagai ibu kota provinsi tertinggal jauh dari Pringsewu, Metro dan Way Kanan, terkait bebas BAB Sembarangan.

Baca Juga:  Gedungair dan Sukajawa Verifikasi ODF

“Sebagai kota metropolitan di Lampung, Bandarlampung memiliki persoalan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan daerah lain. Sehingga dibutuhkan sebuah gerakan masif masyarakat bersama pemerintah daerah,” jelas Bambang Pujiatmoko, Selasa (3/12).

SNV Netherlands pun menjalin kerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, dengan menggelar loka karya terkait sanitasi dengan tema evaluasi media dalam advokasi isu sanitasi di Bandarlampung.

Baca Juga:  Bupati Pringsewu Tegaskan Komitmen dan Eksistensi ODF

Data baseline SNV menyebutkan, Bandarlampung termasuk kota yang peduli sanitasi dengan persentase 91%.

Namun, sanitasi Bandarlampung belum masuk kategori aman.

Kepala Bidang Perencanaan dari Bappeda Kota Bandarlampung, Azwar, mengatakan, pemerintah kota melakukan sejumlah upaya konkret agar bebas ODF.

“Upaya ini dilakukan mulai dari bawah dan lintas OPD.  Dalam penganggarannya, Bappeda memiliki persentase dalam indikator kinerja utama, sehingga masing masing OPD memiliki kegiatan sanitasi,” tandasnya.(JO)

BAB Sembarangan ODF SNV

Posting Terkait