Warga Bandarlampung Menjerit Iuran Listrik Melejit

Bandarlampung,- Warga Bandarlampung kembali mengeluhkan pelayanan yang di berikan oleh PLN. Sebab, membengkaknya bayaran iuran listrik PLN yang mencapai hingga Rp3 juta sebulan.

Hal tersebut dirasakan oleh salah satu warga Sukajaya, Rajabasa Jaya, dirinya mengaku bahwa pada bulan April ia hanya membayar Rp494 ribu untuk tagihan yang dibayarkan dengan kWh sekitar 300 dengan daya 900 VA.

“Tapi saat jadwal pembayaran listrik bulan Mei ini, saya dikenai biaya sekitar Rp3 juta. Saya sangat kaget lah, karena tidak seperti biasanya. Dan itu sangat memberatkan saya,” kata dia, Minggu (4/6).

Masih lanjutnya, Bambang hingga saat ini masih belum dapat membayarkan iuran listrik yang di lontarkan oleh PLN tersebut.

Baca Juga:  PLN Lampung Sosialisasikan Kenaikan Tarif Daya Listrik

“Belum ada uangnya, karena sangat besarnya iurana listrik saya” kata dia.

Terpisah, menurut warga lainnya, Jeprianto, juga pernah mengalami hal serupa. Kejadian itu ia alami pada November tahun lalu. Saat itu, dirinya ditagih oleh pihak PLN sebesar Rp 25 juta sebulan.

“Saya langsung datang ke kantor PLN minta penjelasan. Jawaban mereka, ada rekening menumpuk. Kemudian, PLN mengkoreksi tagihan tersebut, sehingga membayar Rp3 juta sesuai pemakaian beberapa bulan,” ujarnya.

Kendati demikian, warga Rajabasa Raya lainnya, Rian, mengaku sangat kecewa atas kebijakan yang diberikan oleh PLN yang menaikan tarif tidak transparan dan gelap.

Baca Juga:  PLN Lampung Sosialisasikan Kenaikan Tarif Daya Listrik

Sebelumnya ia bayar listrik hanya Rp300 ribu di awal tahun tapi bulan April saat dirinya membayar, dikenai bayaran sampai dengan Rp1juta.

“Mau tak mau sayapun harus membayar, sebab PLN mengatakan, ada beban listrik yang tak terbayarkan. Tapi setelah saya angsur semuanya, saya dikenakan biaya yang tak jauh seperti biasanya Rp300 ribu,” katanya.

Sementara Tim pelayanan PLN Rayon Wayhalim di Jalan Raden Guanwan, Sari mengatakan, berdasarkan histori-nya ada penumpukan biaya karena meteran listrik yang difoto pihak pencatat tidak jelas.

“Tak terbaca meter listriknya selama lima bulan yang lalu dan akhirnya ditagihkan kebulan terakhir sampai dengan Rp3 juta yang harus dibayarkan,” kata dia.

Baca Juga:  PLN Lampung Sosialisasikan Kenaikan Tarif Daya Listrik

Sari pun mengatakan, pelanggan tersebut memang tetap dimintai untuk melunasi angsuran tersebut dengan cara diangsur.

Ia mengakui, dua bulan ini petugas baca meter sedang dievaluasi. Karena banyak kasus di lapangan, petugas tersebut “bermain”.

Supervisor Humas Manajer Hukum dan Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung Bernadus Hernawan Herta mengatakan, pembengkakan biaya tersebut karena adanya stan tumpuk (tak terbaca di sistem) dan penghilangan subsidi.

Stan tumpuk itu terjadi, karena kWh meteran tidak terbaca dengan jelas.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena pembaca meter, salah dalam merekam foto meteran listrik. Listrik tetap dipakai, namun belum ditagihkan. (JI)

Listrik Naik

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan