Warga Bernung Swadaya Perbaiki Jalan

Pesawaran (FS)-Sudah bertahun-tahun akses jalan sebagai salah satu infrastruktur mobilitas pertanian di Dusun Bernung1, Desa Bernung, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran tidak tersentuh pembangunan. Akibatnya, jalan sepanjang 200 meter yang masih tanah merah tersebut kondisinya saat ini sudah rusak parah dan becek akibat diguyur hujan sehingga susah dilalui warga.

Ironisnya, sudah berkali-kali warga lingkungan setempat mengusulkan kepada Rt setempat, namun tidak pernah digubris. Akibatnya, warga kesulitan mengangkut hasil panen mereka, lantaran akses jalan dari ladang mereka menuju ke Desa Bernung sangat becek bila musim penghujan.

Dalam kondisi tersebut, menjadi keprihatinan seorang pria bernama Sunardi (37) warga Dusun Bernung 1 ini. Ia mengajak warga melaksanakan perbaikan jalan untuk mempelancar akses pertanian.

Sunardi mengaku miris melihat kondisi warga dilingkungannya yang tak kunjung menikmati kemajuan pembangunan yang berarti.

“Kondisinya menyedihkan sekali,katanya pemerataan pembangunan, tapi tidak dirasakan oleh dusun kami (Bernung 1).Buktinya ini, sudah bertahun tahun jalan lingkungan kami tidak diperbaiki. Padahal ini merupakan satu satunya akses jalan bagi para warga Desa Bernung ke ladang mereka untuk menanam padi,”papar Sunardi saat ditemui dilokasi perbaikan jalan, Senin (30/10/2020).

Sunardi menjelaskan, mengharapkan perbaikan jalan dari pemerintahan desa tak pernah di respon, maka saya berinisiatif mengumpulkan 10 kepala keluarga, bermusyawarah terkait perbaikan jalan dan pelebaran jembatan. Alhamdulilah, para warga setuju dengan ide saya itu. Dan tanpa waktu lama, dana sudah terkumpul dengan cara patungan, sehingga kami dapat membeli material yang dibutuhkan.

“Alhamdulilah, dengan dana seadanya kita belikan sabes, kendati itu belum mencukupi, tapi kami patut mensyukuri ternyata masih ada donatur (hamba Allah,red) yang perduli dengan menyumbang material, seperti sabes, besi, pasir dan semen. Dan hari ini juga kami kerjakan secara swadaya,”urai bapak dua anak ini.

Diceritakan Sunardi, ketika musim panen tiba warga kerap kali terkendala karena jalan yang ada kurang layak digunakan dalam kegiatan pengangkutan hasil panen.

“Di saat musim panen tiba petani selalu terkendala, kerap kali petani harus bersusah payah melalui jalan yang kurang layak dalam mengangkut hasil panen, begitu pula sebaliknya saat bercocok tanam,”katanya.

Di musim hujan, lanjutnya, di kala kondisi jalan menjadi becek, licin dan berlumpur karena jalan masih tanah merah, membuat miris kondisi jalan yang sudah dilalui.

“Alhasil warga berbagai dusun di Desa Bernung kesulitan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan perekonomian mereka,”pungkasnya.(zainal)

Posting Terkait