Warga Menggala Protes Keras, SGC Cemari Lingkungan

Panen Tebu dengan cara dibakar pada malam hari oleh pihak SGC, sebabkan pencemaran yang berdampak langsung terhadap gangguan kesehatan warga, pada 9,kecamatan setulangbawang. Foto: Hasil investigasi LSM.

MENGGALA – Warga masyarakat Menggala dan beberapa kecamatan lainya yang berdekatan dengan areal perkebunan tebu milik Sugar Group Companies (SGC) memprotes keras pembakaran tebu yang dilakukan oleh perusahaan raksaksa tersebut.

Pasalnya, pembakaran tebu SGC menghasilkan limbah debu yang mencemari lingkungan,polusi udara bahkan mengotori sumur-sumur warga,dampaknya dipastikan menganggu kesehatan warga masyarakat.

Tidak salah jika warga meminta Bupati dan wakil bupatiĀ  tulangbawang Hj.Winarti dan Hendriwansyah,serta jajaran wakik rakyat (DPRD) melakukan intervensi serra tungakan tegas terhadap SGC.

Baca Juga:  Kehadiran Purwanti Lee Bertendensi Tindakan Politik Uang

Ahmad,(40) warga gunung sakti Menggala dengan tegas mengatakan jika pemkab Tulangbawang harus segera mengambil langkah serta sikap tegas terkait adanya pembakaran lahan tebu yang dilakukan oleh SGC sewaktu panen.

Sebab kata Ahmad,limbah debu hasil pembakaran tersebut telah menggangu kesehatan warga,dipemukiman kecamatan Menggala,Gedung Meneng, dan Dente Teladas,gedung Dan benerapa kecamatan lainya.

“Setiap musim tebang tebu SGC memakai sytem dibakar, pada malam hari akibatnya limbah atau debu-debu hitam hasil pembakaran tebu yang diterbangkan angin telah mencemari lingkungan,jangankan rumah,atau tempat tidur,bahkan sumur, dan makanan juga tercemar oleh limbah debu,”keluh Ahmad. (04/08).

Baca Juga:  DPD RI Siap Tuntaskan Sengketa Lahan SGC

Akibat ulah yang dilakukan SGC jelas Ahmad, warga masyarakat di beberapa kecamatan dipastikan akan mengalami sesak nafas, dan gangguan kesehatan karena setiap hari menghirup udara,dan mengkosumsi air sumur yang telah tercemar oleh limbah debu.

“Gimana mau sehat,setiap malam kami tidur dengan limbah debu,pagi hari kami mandi ,minum dengan air sumur yang memang juga telah tercemar, Astafirllah al azzim, ini harus dihentikan kasian dengan warga, tetapi sayang walaupun kejadian ini terjadi setiap tahun, nyatanya pemerintah terkesan takut dengan pihak perusahaan lihat saja cuma hanya bisa bengong,diam tidak berbuat apa-apa, padahal itu untuk kepentingan warga, “tandasnya.

Baca Juga:  BPN Tindaklanjuti Laporan FLM Soal SGC

Sementara Sarfani (55) warga kampung bakung kecamatan gedung meneng ,berharap pemerintah maupun pihak DPRD tulangbawang secepatnya melakukan penekanan-penelitian politik agar kegiatan pembakaran tebu dihentikan oleh SGC.

Dan sambungnya Selain bertanggung jawab terhadap warga,SGC jugs harus mempertanggung jawabkan kelakuan mereka terhadap negara dan hukum.

“Pemkab dan DPRD, mempunyai kekuatan dan wewenang untuk menghentikan pembakaran tebu SGC, karena menganggu kesehatan warga,bahkan Pemkab dan DPRD, bisa menyeret SGC keranah hukum,karena telah melakukan pencemaran lingkungan, itu pasti saat ini pemerintah kementerian lingkungan sedang getol mengalakan masyarakat sadar lingkungan ,tapi SGC mencemari lingkungan, artinya SGC telah berani melawan pemerintah, “tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak SGC belum dapat di mintai konfirmasi terkait adanya pembakaran lahan tebu yang diprotes warga. (Fs-Mr)

SGC

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan