Warga Minta Saluran Irigasi Diperbaiki

Foto: Gati Susanto

PANARAGAN – Program Kementerian Pertanian berupaya mendorong terwujudnya swasembada pangan khususnya beras. Hal ini perlu didukung tersedianya sarana dan prasarana pertanian khususnya perairan. Karena lahan persawahan di daerah ini mayoritas menggunakan jaringan irigasi teknis yakni Bendungan Irigasi Way Rarem (PIWR).

Meski bendungan atau saluran irigasi tersebut sudah dilakukan perehaban berulang kali, namun  bendungan yang sudah dibangun sejak era 80 an  tersebut, selalu rusak jika dialiri air. Nampak bendungan yang berada di BR 29 lingkungan 02 Kelurahan Daya Murni kecamatan Tumijajar kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) rusak parah.

“Sudah berulang kali bangunan  irigasi di kelurahan Daya Murni kecamatan Tumijajar mengalami kerusakan, namun masih selalu rusak jika musim tanam tiba, hal ini perlu ditingkatkan kwalitas banguna ,”ujar warga setempat Zuladi, Selasa(18/6).

Menurut Zuladi, kerusakan saluran jika tidak segera diperbaiki akan menghambat program swasembada pangan, karena airnya pasti tidak lancar dan jika ambrol bisa membahayakan permukiman warga.

“Meski sudah dilakukan perehaban bendungan ini namun sering rusak mas,kami minta dari pihak dinas Pengairan atau pengelola agar meningkatkan kwalitas bangunannya dan  ini sangat berbahaya sekali sedikit lagi itu Jebol. Dan sangat berbahaya sekali untuk masyarakat sekitar. Sedangkan di bawah sana banyak pertanian persawan, dan usaha perikanan warga,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pihak terkait agar segera melakukan perbaikan kerusakan pada irigasi tersebut.

“Kami mohon ada perbaikan dan perhatian, karena jika bendungan ini jebol dampaknya ini  menyangkut masyarat banyak,”ungkapnya.(GS)

Saluran Irigasi

Posting Terkait