Warga Pulau Sebesi Boikot Workshop YFMI

Josua | Fajar Sumatera

KALIANDA– Warga Pulau Sebesi, menggelar aksi boikot dengan cara menolak menghadiri kegiatan workshop yang digelar Yayasan Fasilitator Masyarakat Indonesia (YFMI) di Hotel Kahai Beach Rajabasa, Lampung Selatan, Senin (14/10).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung siang tadi batal digelar karena mendapatkan penolakan dari warga dan Walhi Lampung.

Bahkan, Kepala Desa Batu Balak, Rusdi Adwar, berencana mengumpulkan seluruh kepala desa se-Kecamatan Rajabasa, untuk menggelar rapat koordinasi terkait kegiatan workshop tersebut.

Baca Juga:  Alhamdulillah Selamat!!! 5 Nelayan Terombang Ambing di Perairan Pulau Sebesi

Penolakan warga ini sejalan dengan kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, yang dengan tegas melarang aktivitas pertambangan pasir laut di pesisir Lampung.

Hal tersebut sesuai peraturan daerah nomor 1 tahun 2018, tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil.

“DKP tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas pertambangan pasir laut di pesisir Lampung,” tegas Kepala DKP Lampung Makmur Hidayat, Senin (14/10).

Baca Juga:  Warga Pulau Sebesi Demo Tolak Tambang Pasir GAK

Pertambangan pasir laut di pesisir Lampung, kembali mencuat setelah beredarnya undangan seminar potensi ekonomi dan ekologi perairan sekitar Pulau Sebesi, Lampung Selatan.

Seminar diselenggarakan YFMI dengan mengundang tokoh masyarakat Pulau Sebesi, PT Lautan Indonesia Persada (PT LIP) dan lembaga konservasi alam.

Warga Pulau Sebesi pun sontak menolak adanya aktivitas pertambangan pasir laut yang dilakukan PT LIP.

Baca Juga:  YFMI Sosialisasi Tambang Pasir Laut PT LIP

29 Agustus lalu, warga Pulau Sebesi menangkap basah kapal tongkang pengangkut pasir laut milik PT LIP berada di dekat Gunung Anak Krakatau atau GAK.

Aksi  ini sempat menjadi viral di media sosial dan meminta Pemerintah Provinsi Lampung, mencabut izin usaha pertambangan PT LIP.(JO)

Penambangan Pasir GAK Pulau Sebesi YFMI

Posting Terkait