Warga Rajabasa Waspada Banjir

Ilustrasi. (IST)

BANDARLAMPUNG — Warga Kelurahan Rajabasa, kampung belakang Islamic Centre mengaku was-was akan datangnya musim penghujan. Pasalnya, wilayah tersebut rentan bencana banjir, mengingat daerah rendah dan aliran drainase tidak memadai.

Hal tersebut, berdasarkan hasil penyerapan aspirasi (Reses) anggota DPRD Bandarlampung Bernas Yuniarta di daerah pemilihan (Dapil) I Kecamatan Rajabasa.

“Ya banyak keluhan warga kalau hasil reses kita di Dapil I. Paling banyak keluhan warga itu soal infrastruktur, dan yang paling urgent adalah di daerah belakang Islamic Centre, dari 66 KK di sana mereka takut banjir, karena saat ini masih masuk musim penghujan, drainasenya juga tidak memadai makanya takut kerendem air mereka,” ujar Bernas Yuniarta, Rabu (6/12).

Politisi Partai Gerindra ini berasal dari Dapil l, yakni Kecamatan Tanjung Seneng, Rajabasa dan Kedaton. Selain di daerah belakang Islamic Centre, warga Jalan Nyunyai juga mengaku khawatir akan banjir, karena wilayah itu adalah langganan banjir.

“Warga Nunyai minta perbaikan drainase karena wilayah mereka langganan banjir. Karena talut yang ada banyak rusak, juga di jalan Kapten Abdul-HaK jalannya sempit mereka minta dilebarkan,” ungkapnya.

“Selama dua hari ini reses bertujuan mendengarkan keluh-kesah warga tentang kejadian-kejadian yang dialami oleh warga sekitar tempat dapil kami, nantinya akan kami tindaklanjuti ke musrenbang, untuk dianggarkan pada tahun berikutnya. Sukur-sukur kalau bisa langsung diperbaiki,” ucapnya.

Di lain sisi, anggota DPRD dari Partai Hanura Erwansyah mengaku, jika hasil resesnya dia daerah Wayhalim, kebanyakan warga meminta perbaikan jalan lingkungan dan juga mengeluhkan soal air bersih.

“Ya kalau warga Wayhalim, mereka minta air bersih, kalau bisa ada bantuan sumur bor dan juga di daerah Jagabaya, mereka juga minta asupan air bersih, karena PDAM tidak memadai dan kurang, makanya minta sumur bor,” tandasnya. (RD)

 

1,566 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment