Warga Sukajawa Lakukan Pelecehan Seksual

ilustrasi (ist)

BANDARLAMPUNG – KOTA Bandarlampung kembali dikejutkan dengan tindakan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Nawasi (28) warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung (Balam) diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap LD (7).

Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol Hafran membenarkan peristiwa pencabulan di bawah umur. “Ya benar pelakunya sudah kami tahan di Mapolsek TKB,” ujar Hafran, Senin (19/3).

Tiga penasehat hukum dari korban, Debi Oktarian, Dedy Irawan dan Nurdin mengatakan, perbuatan cabul yang dilakukan pelaku terhadap korban berulang kali. Bermula pada Senin (5 Maret 2018) sekitar pukul 11.00 Wib, di dalam kamar pelaku. Dimana diketahui korban dan pelaku merupakan tetangga.

Baca Juga:  Ketua DPD PAN Tubabar Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

“Kemudian pada Kamis (8 Marat 2018) sekitar pukul 11.00 Wib di dalam WC di rumah pelaku perbuatan itu terulang lagi,” kata penasehat hukum korban ditemui di Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, Senin (19/3).

Debi menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka melakukan perbuatan cabul dengan cara memaksa. Korban ditarik kedua tanganya masuk ke dalam kamar, kemudian tersangka menutup mulut korban supaya suara korban tidak terdengar oleh orang lain.

“Pelaku mengangkat korban ke tempat tidur selanjutnya menaikkan rok seragam sekolah yang korban pakai saat itu perbuatan cabul dilakukan pelaku,” katanya.

Baca Juga:  Lamtim Sumbang Angka Pelecehan Seksual Anak Bersama Lamsel dan Tanggamus

Meski korban berteriak keras kesakitan hingga kemaluannya mengeluarkan darah, namun pelaku menutup mulut korban. “Setelah 15 menit pencabulan itu dilakukan pelaku, korban kemudian disuruh pulang,” katanya.

Peristiwa pencabulan kembali terulang kedua kalinya yakni pada Kamis 8 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, di dalam wc rumah pelaku. Sast itu pelaku menarik tangan kanan korban dan memaksa untuk masuk ke dalam WC rumah pelaku, lalu peIaku mengunci pintu kamar mandi.

“Korban menjerit namun pelaku kembali menutup mulutnya dengan tangan pelaku,” kata Debi.

Saat itu pelaku menggendong korban lalu pelaku menaikan rok korban dan menurunkan celana dalam yang korban gunakan, saat itu pencabulan yang kedua kembali terjadi, setelah korban dicabuli pelaku menyuruh pulang.

Baca Juga:  Masykur: Tidak Ada Pelecehan Seksual di Ponpes

“Kami meminta ke pihak Kepolisan lembaga perlindungan anak untuk serius menangani perkara ini, karena menyangkut masadepan anak yang masih di bawah umur,” katanya.

Atas perkara ini saksi korban sangat terpukul. Selain meminta aparat penegak hukum memberi hukuman yang setimpal, Tim penasehat hukum akan mengirim surat ke Komnas Perlindungan anak untuk melakukan pendampingan dengan tujuan menghilangkan trauma yang dialami korban. (*/JI) 

988 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Pelecehan Seksual Warga Sukajawa

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan