Warga Tolak Pemberian Cagub

Ilustrasi.

BANDARLAMPUNG – Warga menolak menerima pemberian pasangan calon gubernur (Cagub) nomor urut 3 Arinal Djunaidi – Chusnunia Calim (Nunik). Alasannya? Diduga hal itu ada kaitannya dengan politik uang.

“Bentuk pemberian tersebut berupa sembako, tupperware dan kalender bergambar Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim, saat pengajian di kampung Gelombang Panjang, Kasui,” kata Deni Wibowo, warga setempat, Jumat (2/3/2018).

Baca Juga:  Herdina Nurtaati Moderator Debat Kandidat

Dianggapnya, secara tidak langsung, melalui pemberian itu mengajarkan masyarakat untuk mengamini berpolitik uang. Hal itu sangat disesalkan karena tidak mendidik.

“Untuk Panwaslu segeralah bertindat cepat dan lakukan proses rekomendasi atau sanksi untuk diberikan kepada tim pemenangan paslon tersebut,” desak Deni Wibowo.

Selain itu, cara – cara seperti itu, ia berpendapat akan menciderai proses berdemokrasi di Lampung. ”Saya pikir proses berdemokrasi di Lampung sangat cukup baik. Kemudian, atas ulah ambisi atau kecurangan ini, proses demokrasi pilgub dinodai oleh tangan kotor yang dilakukan oleh oknum dengan cara tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  FPKPGL Tegaskan DPP Belum Rekomendasikan Arinal di Pilgub Lampung

Diimbau juga agar tim paslon nomor urut 1, Ridho – Bachtiar untuk terus waspada dari hal-hal kecurangan dilakukan oleh paslon lain.

Selain itu, ia mengapresiasi Panwascam Kasui yang bisa bergerak cepat untuk melakukan pengawasan dalam menjalankan tupoksinya.

“Kami (masyarakat) akan mengawal persoalan ini sampai tuntas dan bisa dibuktikan bahwa kecurangan itu tidak boleh terjadi lagi di Way Kanan maupun kabupaten/kota se-Bumi Ruwa Jurai,” pungkasnya.(ZN/TM)

Pilgub Lampung warga tolak politik uang

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan