Warga Tuba Dilarang Hajatan

fajarsumatera.co.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Resmi memutuskan untuk menutup berbagai kegiatan Pesta Pernikahan/Hajatan Lainya baik Siang maupun Malam Hari.

Keputusan diambil setelah adanya Kesepakatan Bersama antara Jajaran Pemerintah, Forkopimda,Tokoh Adat,Masyarakat,Pemuka Agama,serta unsur seluruh Aparatur Kampung,dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 diwilayah Tulangbawang,Kamis 25/02.

Mewakili Bupati Tulangbawang Winarti,Asisten II,Ferli Yuledi,menjelaskan Keputusan Penutupan Berbagai kegiatan Pesta baik Pesta pernikahan maupun hajatan lainya secara total merupakan kesepakatan bersama Pemerintah dengan berbagai elemen perwakilan masyarakat.

 

“Ini sudah menjadi kesepakatan resmi,Mulai tanggal 23 Maret 2021 sampai batas yang belum ditentukan masyarakat tidak lagi diperbolehkan mengelar berbagai kegiatan Pesta baik diwaktu Siang maupun Malam Hari,”tegas Ferli usai memimpin Rakor.

 

Menurut Ferli,Ditutup totalnya kegiatan pesta,lantaran saat ini angka terkonfirmasi Covid-19,kian bertambah,khususnya kecamatan Menggala masuk Zona Merah penyebaran virus corona.

 

Sementara Lanjut Pria yang biasa disana Bieng,menjelaskan menurut hasil evaluasi tim gugus tugas,serta berbagai masukan saran dan prndapat masyarakat,Pesta menjadi salah satu tempat berpotensi menjadi tempat Penularan covid-19.

 

“Pesta tempat berkumpulnya banyak orang baik yang berasal dari dalam maupun luar daerah,sangat berbahaya,disitu Pesta ada sanak saudara,family maupun tamu undangan berkumpul,masa iya saat orang menyodorkan tangan bersalaman kita tolak,atau ada yang handak duduk bersebelahan,dempetan kita beranjak pergi,itu sesuatu yang tidak Mungkin kita lakukan,semua saudara tapi dalam situasi sekarang itu tidak diperbolehkan,”urainya.

 

Dikatakan Bieng,Selama ini Pemkab hanya mengijinkan masyarakat untuk melaksanakan pesta hanya pada siang,pelarangan pada malam hari,namun wajib menerapkan prokes dan tamu undangan diatur Jam atau waktu kedatangan.

 

Tetapi,sambungnya,aturan sama sekali tidak diterapkan,akibatnya banyak warga Menggala terkonfirmasi covid-19 yang brasal transmisi lokal,diyakini dari tempat Pesta.

 

“Jadi ini kesepakatan resmi semua sudah mananda tangani,mulai 23 maret pesta tidak lagi diperbolehkan,diseluruh wilayah kabupaten tulangbawang,bagi siapapun yang melanggar akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,pelarangan ini bertujuan untuk meminimalisir terjadi penyebaran Covid-19,”ujarnya.

 

Ditambahkan Bieng,Pelarangan hanya berlaku untuk Pesta,sementara kegiatan khususnya Keagamaan tetap diperbolehkanya namun wajib menerapkan protokol kesehatan.

 

“Kegiatan keagamaan tidak dilarang ,tidak ada penutupan rumah ibadah,silahkan sepanjang mentaati protokol kesehatan Covid-19,jika melanggar prokes pasti bukan hanya itu tapi apapun kegiatan yang melanggar aturan akan dibubarkan,”ucapnya.

 

Ditempat yang sama Kadiskes Tulangbawang Fatoni,menjelaskan jika Kecamatan Menggala masuk Zona Merah penyebaran Covid-19.

 

Hal tersebut dipicu adanya 12 Warga Menggala yang terkonfirmasi covid-19,saat ini sedang menjalani Isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala.

 

“Sampai hari ini ada 146 Warga terkonfirmasi Covid-19,17 orang masih dirawat/isolasi diRSUD menggala,dari 17 orang tersebut 12 orang merupakan warga kecamatan Menggala,terlular akibat transmisi lokal,”bebernya

 

Berbagai upaya Pancegahan dan penanganan terus dilakukan oleh  Pemkab,namun semua akan sia-sia tampa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat setulangbawang.

 

Untuk itu dirinya berharap,agar masyarakat dapat membantu Pemkab dalam upaya pencegahan dan penaganan covid-19 khususnya dikabupaten tulangbawang.

 

“Bantu kami,hanya dengan mentaati,disiplin Protokol Kesehatan dan selalu berdo’a agar covid-19 segera berakhir dan ekonomi menjadi pulih kembali,”pungkasnya.

(Murni.Ac)

Posting Terkait